Kodak dan Fujifilm Jadi Perusahaan Produsen Obat

Kodak
Kodak dan Fujifilm/Net

SAKATA.ID : Para perusahaan kamera, Kodak dan Fujifilm beralih menjadi perusahaan yang memproduksi obat.

Kedua perusahaan raksasa yang bergerak di bidang produksi kamera ini banting stir. Karena kamera buatan mereka sudah tak lagi laku dipasaran.

Bacaan Lainnya

Kondisi itu terjadi seiring adanya kamera digital di zaman yang lebih modern ini.

Masyarakat semakin meninggalkan kamera analog. Dan lebih memilih digital yang lebih simpel.

Kodak

Kodak
Logo Kodak/Net

Kodak kini beralih menjadi perusahaan produsen obat.

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini baru mendapatkan bantuan pinjaman senili Rp11,2 triliun dari pemerintahnya.

Pemerintah AS beralasan, memberikan pinjaman kepada perusahaan ini karena AS ingin memperdayakan perusahaan lokal.

Hal itu untuk mengurangi ketergantungan AS pada negara asing dalam menyuplai medis.

Bahkan, karena kehendak baik dari perusahaan kamera ini mendapat pujian dari Presiden AS, Donald Trump.

BACA JUGA : Tren Bisnis Digital di Masa Pandemi

Dia menyebut, apa yang dilakukan Kodak merupakan salah satu kesepakatan paling penting dalam sejarah industri farmasi AS.

Trump juga menyebut perusahaan itu sebagai “perusahaan Amerika yang hebat”.

Modal akan dipergunakan perusahaan untuk membuat bahan-bahan yang biasa digunakan obat-obatan generik. Semuanya demi membantu melawan Virus Corona.

Dikutip oleh beberapa sumber bahwa Kepala Eksekutif Kodak Jim Continenza mengungkapkan kebanggannya.

Pasalnya saat ini perusahaan yang dia pimpin sudah bisa kembali menjadi bagian dari kekuatan kemandirian AS.

Terutama di dalam memproduksi bahan obat. Yang hari ini sangat penting dan mendesak dibutuhkan. Demi menjaga kesehatan warga AS.

Fujifilm

Fujifilm
Logo Fujifilm/Net

Kodak bukan perusahaan satu-satunya yang beralih pada produksi obat. Perusahaan asal Jepang, Fujifilm sudah lebih dulu banting stir.

Pada 2015 lalu, perusahaan yang dipimpin Shigetaka Komori ini sudah bergelut di dalam produksi obat Ebola.

Selain itu, Fujifilm juga mampu memproduksi lotion anti penuaan, serta melakukan penelitian sel punca.

Pada waktu itu, mereka mempersiapkan dana Rp44 triliun untuk mengakuisisi beberapa perusahaa kecantikan.

Bahkan pada 2017 Fujifilm memperbanyak penelitian di sektor kesehatan.

Pada Juni 2020, Fujifilm Holding Corp juga telah melakukan penelitian onat Anti Virus Corona. Namun hal itu sempat tertunda lantaran terbentur dengan masalah izin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.