Piyama Roucha Daily, Lahir dan Bertahan di Tengah Pandemi

Piyama
Piyama Roucha Daily

SAKATA.ID : Munculnya Pandemi Virus Corona Baru atau Covid 19 tidak hanya merugikan di bidang kesehatan. Namun juga mengikis sektor ekonomi. Ini dialami Roucha Daily.

Roucha Daily merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis produksi pakaian. Salah stau yang dibuatnya adalah piyama.

Bacaan Lainnya

Kondisi pandemi membuat banyak orang harus berfikir ulang agar aktivitas bisnis kembali berjalan. Dan kembali mendapatkan penghasilan.

Piyama
Piyama Roucha Daily

Seperti yang dilakukan oleh tiga perempuan di Tasikmalaya. Mereka adalah Rahmawati, Yusti, dan Gina Candra.

Mereka menata ulang kembali strategi bisnis di tengah pandemi ini dengan menjual pakaian malam atau piyama.

Tiga perempuan itu berfikir, disaat krisis seperti ini tidak mungkin menjual barang-barang dengan harga yang cukup mahal.

BACA JUGA : Omset Bordir Tasikmalaya Babak Belur Terpukul Covid-19

“Maka dari itu, kami membuat satu produk piyama dengan merek Roucha Daily,” ujar Gina kepada Sakata.id, Minggu (2/8/2020).

Bisnis piyama yang dirintis Gina bersama dua orang temannya itu sudah berjalan satu bulan. Sejak awal Juli 2020.

BACA JUGA : Pilkada Tasikmalaya, Pelanggar Protokol Covid 19 Harus Disanksi

Dia menilai, piyama akan mudah terjual bisa tercapai oleh masyarakat karena harganya murah. Dan saat ini sedang laku di pasaran.

Itu terbukti dengan perjalanan bisnis piyamanya ini, dengan penjualan secara online maupun offline piyama buatannya terjual hingga 200 kodi.

Omsetnya pun mencapai puluhan juta.

Roucha Daily
Roucha Daily

Piyama yang mereka produksi sudah terjual hingga ke Jakarta, Kalimantan, Bekasi, dan sekitaran Tasikmalaya, seperti Kabupaten Ciamis.

Roucha Daily sudah memiliki ruko di Jalan RTA Prawira Adiningrat Nomor 159 RT 027 RW 04 Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

BACA JUGA : Pasar Digital Harus Dikuasai UMKM, Sudah Waktunya !

Gina mengungkapkan, di saat pandemi seperti ini para pelaku bisnis harus kreatif. Dengan merubah strategi untuk mengurangi risiko dari pandemi.

“Jangan terlalu terpaku pada satu produk bisnis. Lantaran tidak semua jenis usaha dapat berjalan pada kondisi seperti sekarang. Harus pintar melihat peluang usaha,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.