AS Minta Rusia Didepak dari G20, Putin Bakal Datang ke Bali

Jokowi-Putin
Presiden RI Joko Widodo bersama Presiden Rusia Vladimir Putin. foto: (Via Reuters/Sputnik/Alexel Druzhinin/Kremlin).

Internasional, Sakata.id:- Amerika Serita dan negara Barat meminta Rusia didepak dari G20, mereka menyatakan Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi KTT G20 dapat mempertimbangkan kehadiran Rusia pada KTT G20 di Bali bulan November mendatang.

Seorang pejabat Uni Eropa menyatakan Rusia telah menerima banyak sanksi dunia internasional atas serangan ke Ukraina, hal tersebut akan menjadikan kehadiran Rusia pada KTT G20 di Indonesia menjadi sangat problematik. Uni Eropa juga memiliki keinginan yang sama agar Rusia didepak dari G20.

Bacaan Lainnya

Sementara Penasihat Keamanan Amerika Serikat Jake Sullivan memberikan sinyal bahwa negeranya sangat tidak memungkinkan menerima kehadiran Rusia dalam KTT G20. Amerika Serikat tidak bisa menjalankan bisnis seperti biasa dengan Rusia. Dan Presiden AS Joy Biden akan terus melakukan pergerekan untuk mengeluarkan Rusia dari keanggotaan di G20.

Indonesia Menolak Komentar

Kendati demikian Kementrian Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi belum memberikan komentar apapun atas isu penolakan kehadiran Rusia di KTT G20. Retno menilai masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu.

Hal senada disampaikan Luhut Binsar Panjaitan, yang tidak mau mengomentari isu tersebut, dan sama-sama menilai masih terlalu dini bagi Indonesia merespon isu terkait kehadiran Rusia di KTT G20. Menurut Luhut G20 adalah kerjasama bidang ekonomi bukan politik.

China Pertahankan Rusia di G20

Berbeda dengan sikap China, negeri Tirai Bambu ini tidak menginginkan Rusia didepak dari G20. China justeru berbeda pendapat. Juru Bicara Kementrian Luar Negeri China Wang Wenbin dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada satu negera pun dari anggota G20 yang memiliki hak untuk menghapus negara manapun termasuk Rusia dari keanggotaan G20.

Putin Bakal Hadir di Bali

Ditengah isu penolakan kehadiran Rusia pada KTT G20 di Bali yang digulirkan AS dan Uni Eropa, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menyampaikan pesan penting, bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin berencana akan menghadiri G20 yang diselenggarakan pada November 2022 di Bali.

“Banyak organisasi barat ingin mengeluarkan Rusia, apa yang mereka lakukan adalah merusak keseluruhan karakter yang sudah dibangun dalam beberapa dekade,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (23/3/2022).

Vorobieva menilai reaksi Amerika Serikat dan Uni Eropa yang menginginkan Rusia didepak dari G20 sangat tidak proporsional. Mengeluarkan Rusia dari G20 bukan hal yang mudah dilakukan, karena keputusan itu harus juga mempertimbangkan sejumlah negara lain seperti India, China, Arab Saudi dan negara anggota G20 lainnya.

Kendati demikian, Vorobieva menegaskan bahwa Presiden Putin akan tetap memenuhi undangan Indonesia pada penyelenggaran KTT G20 di Bali. “Mengeluarkan Rusia dari G20 tidak akan mengeluarkan dari masalah-masalah ekonomi,” kata Vorobieva.

Indonesia Memimpin G20 Tahun Ini

G20 atau Group of Twenty merupakan forum kerjasama multilateral yang beranggotakan 19 negara utama dan Uni Eropa. Forum ini dibentuk pada tahun 1999.

Setiap tahun negara anggota akan ditunjuk menjadi presidensi, setiap tahunnya negera Presidensi G20 ditetapkan dalam konsesus KTT G20 berdasarkan sistem rotasi kawasan.

Sejak 1 Desember 2021 Indonesia telah ditunjuk menjadi Presidensi dan menjadi tuan rumah G20 pada tahn 2022 hingga puncaknya nanti KTT G20 yang akan digelar di Bali pada November 2022.

Beberapa negara yang menjadi anggoat G20 yaitu; Indonesia, Amerika Serikat, China, Brasil, India, Inggris, Afrika Selatan, Arab Saudi, Australia, Rusia, Argentina, Korea Selatan, Kanada, Jerman, Jepang, Italia, Perancis, Turki, Meksiko dan Uni Eropa.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.