Eropa Bersiap Lockdown Jilid 2, Corona Tak Kunjung Selesai

Internasional, SAKATA.ID: Kasus COVID-19 yang tak kunjung usai menjadi perhatian penuh seluruh dunia sehingga Eropa bersiap lockdown jilid 2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa kasus virus corona di Eropa telah mencapai lebih dari 10 juta kasus sejak awal pandemi. Bahkan Eropa kini menjadi episentrum penyebaran COVID-19.

Dr. Hans Kluge, direktur World Health Organization (WHO) mengatakan kasus kematian karena COVID-19 meningkat hingga 30 persen selama beberapa minggu terakhir. Demikian dengan pasien rawat inap juga ikut meningkat.

Bacaan Lainnya

Lonjakan pasien di beberapa negara di Eropa setiap harinya membuat para petinggi memutuskan untuk memberlakukan kembali kebijakan ‘Lockdown’ nasional yang kedua.

Sebelumnya Jerman, Italia, Belanda serta beberapa negara Eropa lainnya sudah menerapkan lockdown kedua sejak pertengahan Bulan Oktober. Menyusul Jerman dan Italia, kini tiga negara Eropa ini juga akan menerapkan kebijakan lockdown lagi. Berikut rangkumannya.

Inggris

Menurut laporan Worldometers terbaru, Inggris menempati peringkat 9 tertinggi di dunia dengan kasus COVID-19 mencapai 1.011.660. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengumumkan lockdown setelah mengadakan pertemuan kabinet yang membahas perkembangan pandemi pada Sabtu (31/10/2020).

“Natal tahun ini akan sangat berbeda,” ucap PM Johnson. Dengan diberlakukan Eropa bersiap lockdown jilid 2 ini pub, gym, restoran dan toko non-esensial harus tutup selama empat minggu mulai Kamis (5/11/2020).

Berbeda dengan lockdown sebelumnya, kali ini sektor pendidikan tetap buka. Dan pada 2 Desember kebijakan pembatasan ini akan dilonggarkan secara bertahap.

Austria

Negara ini juga mendukung Eropa bersiap lockdown jilid 2 setelah mengalami lonjakan kasus dalam dua minggu terakhir. Austria mencatat 5.349 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Dan menjadikan totalnya saat ini mencapai 104.925 kasus.

Pengumuman kebijakan pembatasan ini disampaikan lansung oleh Kanselir Austria, Sebastian Kurz pada Sabtu (31/10/2020). ”Dengan adanya lonjakan eksplosif kasus baru di Austria pekan lalu, langkah berat harus diambil” kata Kurz.

Sama seperti Inggris, restoran, cafe dan hotel akan ditutup kecuali layanan ‘take away’, yaitu makanan yang bisa dibawa pulang. Gym, teater, dan bioskop juga akan ditutup. Namun sekolah, salon dan toko esensial akan tetap dibuka.

Selain itu juga pemerintah Austria memberlakukan jam malam 20.00-06.00 waktu setempat. Yang mana masyarakat tidak diperbolehkan beraktifitas di luar rumah pada malam hari. Aturan ini akan berlaku hingga akhir November 2020 nanti.

Perancis

Presiden Emmanuel Macron mengumumkan mulai hari ini, 2 November 2020 Perancis akan memberlakukan kembali, mendukung Eropa bersiap lockdown jilid 2 di seluruh wilayahnya. Pengumuman ini disampaikannya pada Jumat (31/10/2020).

Warga Perancis hanya diperbolehkan meninggalkan rumah untuk alasan pekerjaan penting atau alasan medis. Dalam 24 jam terakhir, jumlah penderita COVID-19 di Perancis meningkat menjadi 36 ribu kasus.

“Saya telah memutuskan bahwa kita perlu kembali ke penguncian untuk menghentikan virus,” kata Macron. Ia juga mengatakan bahwa negaranya beresiko kewalahan menghadapi gelombang kedua yang pasti akan lebih sulit daripada gelombang pertama.

Bioskop, teater, pusat kebugaran, kolam renang dan sauna akan ditutup. Seperti halnya dengan Austria, restoran dan cafe diperbolehkan buka hanya untuk melayani makanan yang dibawa pulang.

Kontak sosial dibatasi hanya untuk dua keluarga, atau maksimal 10 orang. Acara-acara besar dibatalkan dan keramaian di pertandingan olahraga ditiadakan.

Menginap di hotel serta melakukan perjalanan rekreasi tidak diperbolehkan. Namun, sekolah dan tempat penitipan tetap buka termasuk kunjungan ke panti jompo.

Toko dan salon masih boleh buka dengan syarat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Pada lockdown kali ini, gereja tetap diizinkan buka. Penerapan lockdown jilid 2 di Perancis berlaku hingga 30 November 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.