Timur Tengah Boikot Produk Prancis, Bagaimana Indonesia?

Internasional, SAKATA.ID: Timur tengah boikot produk prancis menjadi topik yang diperbincangkan banyak pihak terutama negara-negara Arab. Hal ini dikarenakan adanya kontroversi dari presiden Prancis saat ini Emmanuel Macron.

Emmanuel Macron memicu kontroversi seluruh umat Islam setidaknya dimulai dari awal bulan Oktober 2020 ini. Pernyataan dari Macron menyinggung umat Islam yang ada di dunia.

Bacaan Lainnya

Ia memberikan pernyataan dalam pidatonya untuk melawan isu radikalisme islam di Prancis, namun malah menyinggung muslim dunia. Sontak hal ini membuat gaduh dunia dan mendukung untuk melakukan boikot produk Prancis.

Penyebab Dilakukannya Boikot Produk Prancis

Macron menyebutkan bahwa islam adalah agama yang sedang mengalami krisi dan akan membuat undang-undang separatisme Islam. Di saat yang sama juga Presiden Prancis juga membiarkan majalah Charlie Hebdo yang menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad.

Belum lama ini juga Macron membuat hal kontroversial yang berakibat negara Islam melakukan boikot produk Prancis. Ia membela guru Prancis yang dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad.

Macron menyebutkan bahwa karikatur dan kartun Nabi Muhammad adalah bentuk kebebasan dan berekspresi. Namun bagi umat Islam ini adalah penghinaan bagi Nabi Muhammad dan seluruh muslim.

Keputusan Macron ini dibela oleh negara-negara Uni Eropa namun tidak bagi negara-negara Islam terutama di timur tengah. Indonesia juga ikut mengecam pernyataan dari presiden Prancis tersebut.

Tagar #BoycottFrenchProduct

Tagar #boycottFrenchproduct menjadi trending di berbagai media sosial yang dimulai dari negara timur tengah. Tercatat 8 negara timur tengah melakukan aksi boikot produk Prancis ini. 

Kuwait, Qatar, Turki, Palestina, Aljazair, Mesir, Yordania dan Arab Saudi yang akan memboikot setiap produk Prancis. Tercatat juga perusahaan arab untuk melakukan pemboikot produk dari Prancis.

Perusahaan Al naim dan asosiasi Dahiyat At-Thur dari Kuwait yang menarik produk mereka di rak dagangan mereka. Di Qatar juga melakukan hal yang sama yaitu watchbaydairy dan Al Meera melakukan boikot produk Prancis.

Presiden Turki juga memberikan anjuran agar setiap warga negara Turiki melakukan Boikot produk Prancis yang ada di negaranya. Erdogan juga menyebutkan bahwa presiden Prancis perlu perawatan mental.

Tanggapan dari Prancis

Pemerintah Prancis memberikan juga tanggapan mengenai pemboikotan produk Prancis yang terjadi di timur tengah. Mereka mengungkapkan bahwa aksi Boikot ini tidak berdasar sama sekali dan harus dihentikan.

Asosiasi perusahaan di Prancis juga mendesak agar menolak boikot yang dilakukan oleh negara timur tengah itu. Tentu perusahan-perusahaan Prancis ini juga akan dirugikan karena sebelumnya juga terpukul dikarenakan Covid-19.

Melihat dari negara Timur Tengah boikot Produk Prancis patut ditunggu apakah Indonesia juga akan melakukannya. Hal ini karena Indonesia juga turut mengecam dari pernyataan Macron tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.