Insiden Kanjuruhan Malang dan Nasib Anak yang Ditinggal Mati Kedua Orangtuanya

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menjenguk dan memberikan bantuan kepada Muhammad Alfiansyah yang kedua orang tuanya meninggal dunia pada tragedi di Satdion Kenjuruhan. Gubernur menjenguk Alfiansyah di rumahnya, di Jalan Bareng Raya 2 G, RT 15 RW 8 Kota Malang, Jawa Timur Minggu (2/10/2022). Foto Antaranews.

Olahrga, Sakata.id:- Insiden Kanjuruhan Malang, menyisakan pilu dan duka mendalam bagi seorang anak bernama Muhammad Alfiansyah (11). Sebelum suporter di Stadion Kanjuruhan kisruh, anak ini masih menonton bersama ayah dan ibunya di tribun antara papan skor.

Selang beberapa saat setelah menelan kecewa tim kebanggaannya Arema FC takluk di kandang oleh Persebaya, terjadi kekisruhan di lapangan. Lalu polisi menembakan gas air mata. Kondisi penonton yang berada di dalam tribun pun ikut kalangkabut.

Bacaan Lainnya

Suporter di tribun semburat berebut menunju pintu keluar. Bersama sang ayah (Muhammad Yulianto) dan Ibu (Devi Ratna S), Alfiansyah turut berada diantara himpitan suporter lain yang berdesakan menuju pintu keluar.

Alfiansyah Ditolong Polisi

Namun, Alfiansyah terpisah karena ditolong polisi. Dia tidak tahu keadaan ayah dan ibunya di dalam—diantara jepitian ribuan suporter. Keadaan Devi diketahui oleh adik iparnya bernama Doni, Devi sudah dibopong suporter lain dan dinyatakan sudah tak bernyawa.

“Saya lihat ada suporter lain sedang membopong perempuan yang sudah lemas, saya lihat celananya kok kaya mbak Devi, ternyata benar itu kakak ipar saya. Kondisi mbak sudah meninggal,” kata Doni.

Lalu Doni mencari kakaknya Yulianto, dan sama persis dengan Devi, Yulianto juga dibopong suporter lain. Setelah dicek tim medis yang berada di stadion, Yulionto juga sudah tidak bernyawa.

“Lalu saya mengumpulkan jenazah di pintu 14. Saya masih bingung anaknya, alfiansyah belum ditemukan. Saya bingung mencari ponakan yang juga ikut menonton,” kata Doni.

Namun tidak lama kemudian Doni menemukan Alfianysah dalam keadaan selamat. Anak itu rupanya terpisah dengan orang tuanya saat berdesak-desakan. Alfiansyah mengaku dia dibawa keluar dari desak-desakan oleh Polisi.

“Saya tanya ke dia, orang tuamu mana ?, dia jawab di dalam, Dia belum tahu kalau kedua orang tuanya sudah meninggal dunia,” kata Doni.

Setelah mengetahui kedua orang tuanya meninggal dunia pada Insiden Kanjuruhan Malang itu, Afliansyah terdiam kaku, seperti tidak percaya jika dia harus kehilangan ibu dan ayah, sesaat setelah bersorak sorai menyemangati pemain Arema FC dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya.

Menteri PPPA Korban Anak dan Perempuan Insiden Kanjuruhan Malang

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPP) Bintang Puspayoga mengatakan, pihaknya terus memantau korban anak dan perempuan pada tragedi mematikan di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Jawa Timur.

Pada insiden Kanjuruhan tersebut, banyak perempuan dan anak yang menjadi korban, salah satunya Alfiansyah. Anak ini, sudah dipastikan mengalam trauma setelah ditinggal oleh ayah dan ibunya yang tewas pada insiden tersebut.

“Kami sudah memantau dan koordinasi dengan Dinas PPPA setempat.  Dan sudah ada penanganan yang baik, bahkan sekarang ada penanganan yang sangat baik dari Gubenur Jawa Timur,” kata Bintang Puspayoga.

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menjenguk dan memberikan bantuan kepada Muhammad Alfiansyah yang kedua orang tuanya meninggal dunia pada tragedi di Satdion Kenjuruhan. Gubernur menjenguk Alfiansyah di rumahnya, di Jalan Bareng Raya 2 G, RT 15 RW 8 Kota Malang, Jawa Timur Minggu (2/10/2022).  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.