11 Proyek Provinsi Dibatalkan Emil ? Faktanya Tender Selesai

  • Whatsapp
Ketua HMI Ciamsi dan Ketua GP Ansor Ciamis
Ketua HMI Cabang Ciamis Dede Aos Firdaus (kiri), Ketua GP Ansor Ciamis Maulana Sidik (kanan).

POLITIKA, CIAMIS, Sakata.id:- 11 Proyek Provinsi Jawa Barat yang dinyatakan dibatalkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan direlokasi untuk penanganan Covid, diapresiasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan GP Ansor Ciamis.

Sayangnya pernyataan Emil (sapaan Ridwan Kamil) yang disampaikan pada konferensi pers virtual Kamis 1 Juli 2021, justeru dipertanyaakan konsistensi realisasinya oleh HMI dan GP Ansor Ciamis.

Bacaan Lainnya

Ketua HMI Cabang Ciamis Dede Aos Firdaus mengatakan, masih ada proyek Provinsi Jawa Barat di Ciamis yang disebut ditunda oleh Gubernur, justeru sudah selesai tender dan sudah kontrak.

“Salah satu contoh, pembangunan fasilitas umum Pusat Budaya, itu sudah tender, bahkan sudah kontrak. Artinya itu berjalan. Padahal pusat budaya salah satu yang disebut bakal dibatalkan oleh Gubernur,” kata Aos, Senin (12/7/2021).

Penelusuran HMI pada laman LPSE, proyek Pusat Budaya dengan Pagu Rp11,4 Milyar telah dimenangkan PT. Tri Jaya Permana Sejati dengan nilai Kontrak Rp10,6 Milyar.

“Menurut pemahaman kami kalau sudah begini kan proyek itu tinggal berjalan, jadi apa yang dinyatakan Ridwan Kamil itu masih omong kosong. Ini tidak elok, dalam kondisi kasus Covid melonjak, dan PPKM darurat,” kata Aos.

Aos juga menyarankan agar Gubernur Jabar tidak hanya fokus pada pembelian obat dan vitamin untuk yang isolasi mandiri, tetapi juga pada warga terdampak secara ekonomi akibat PPKM darurat.

GP Ansor: Pernyataan Gubernur Politik Pencitraan

Ketua GP Ansor Ciamis Maulana Sidik, menilai pernyataan Gubernur Ridwan Kamil terkait kebijakan penganggaran proyek yang tidak esensial untuk penanganan covid, sebatas politik pencitraan.

“Ini pencitraan belaka, karena tidak sesuai fakta. Apakah karena kepentingan politik sehingga ada beberapa proyek tidak esensial di masa pandemi tetap berjalan. Padahal itu sudah disebut oleh Gubernur akan dibatalkan,” kata Sidik.

Sidik mengatakan, kalaupun infrastruktur itu tetap mau dijalankan, harusnya direlokasi pada pembangunan infrastruktur yang berkaitan pada upaya pemulihan ekonomi.

“Bukan tidak harus ada proyek infrastruktur. Tapi pilih yang urgensinya bisa menunjang perekonomian kerakyatan, ” kata Sidik.

Proyek Esensial di Masa Pandemi Menurut GP Ansor Ciamis

Sidik mencontohkan beberapa proyek esensial yang pas di laksanakan pada masa pandemi Covid, yang bisa menguatkan ekonomi kerakyatan.

Misalnya, irigasi pertanian, bisa menjadi prioritas untuk membantu keberlangsungan petani dan memperkuat ketahanan pangan.

“Lalu pembangunan ruang isolasi puskesmas, apa saja asal urgensinya berkaitan dengan penanganan covid baik dari aspek kesehatan maupun pemulihan ekonomi,” kata Sidik.

Sidik melihat masih banyak proyek APBD Provinsi Jawa Barat yang tidak ada urgensinya dengan penanganan covid yang tidak terefocusing dan masih berjalan.

Pada Konferensi Pers Virtual Kamis 1 Juli 2021 Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil ada 11 Proyek APBD Provinsi dengan nilai Rp124,9 Milyar akan dibatalkan.

Jenis infrastruktur yang ditunda adalah, Creative Center, Pusat Budaya, Destinasi Pariwisata, Alun-Alun dan Jalan (peningkatan).

Pemkab Ciamis Akan Menkonfirmasi ke Provinsi

Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang mengkonfirmasi terkait proyek Provinsi Jawa Barat yang direncanakan akan direfocusing ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena ada pernyataan Gubernur yang akan membatalkan sejumlah proyek.

“Sedang dikonfirmasi ke Provinsi, dinas keuangan yang mengkonfirmasi ke sana (Provinsi),” kata Sekretaris Daerah H Tatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis Erwan membenarkan jika Pusat Budaya sudah tender dan bersumber dari APBD Provinsi.

“Kalau di kami (Disbudpora) hanya satu, proyek pusat budaya. Yang APBD Provinsi itu banyak, ada juga di dinas-dinas lain,” kata Erwan.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *