Partisipasi Pemilih Diyakini Capai 80 Persen

Partisipasi Pemilih Pilkada
Pilkada Serentak 2020

SAKATA.ID : Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 bakal digelar 9 Desember, beban berat bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam meningkatkan partisipasi pemilih, lantaran penyelenggaraan di tengah Pandemi Virus Corona.

Salah satu hal yang dikhawatirkan adalah adanya penurunan jumlah partisipasi pemilih.

Bacaan Lainnya

Namun bagi Staf khusus (Stafsus) menteri dalam negeri Kastorius Sinaga kekhawatiran itu berlebihan. Dia justru meyakini Pilkada Serentak 2020 meraup pemilih hingga 70-80 persen.

Hanya saja, kata dia, penyelenggara pemilu harus bisa meyakinkan masyarakat pemilih bahwa mereka bisa aman. Maka dari itu, harus ada kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Berikan masyarakat rasa aman dalam menggunakan hak pilihnya,” ujarnya beberapa hari lalu.

Dia mengungkapkan, ada beberapa negara yang sudah sukses menyelenggarakan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19.

Berkaca Pada Partisipasi Pemilih Pilpres di Polandia

Seperti Polandia dan Korea Selatan. Pada Minggu 28 Juni lalu, ungkapnya, Polandia menggelar Pemilu Presiden putaran pertama.

Meskipun penyelenggaraan di tengah Pandemi Covid-19, justru mereka sukses dengan meraup partisipasi pemilih sebanyak 62,9 persen.

Angka tersebu, lanjutnya, adalah jumlah tertinggi sepanjang sejarah Pemilu di Polandia.

Kemudian, Korea Selatan yang menyelenggarakan Pemilu Legislatif pada April 2020.

BACA JUGA : Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Beban Berat KPU

Negara itu, lanjutnya, berhasil mencatut partisipasi pemilih tertinggi. Padahal ankanya selalu merosot sejak 1992 lalu.

Bercermin dari itu, tegas Kastorius, Indonesia pun mampu menyukseskan jalannya Pemilu meski bencana non alam Virus Corona belum sepenuhnya hilang.

Maka, tegasnya, Pemerintah dan penyelenggara Pemilu Pilkada Serentak 2020 mesti membangun skenario optimis.

Kalau pun partisipasi pemilih nanti sama seperti pemilu yang lalu, artinya tidak anjlok dan bukan suatu kegagalan.

Dia mengungkapkan, negara yang partisipasi pemilihnya anjlok adalah Iran. Oenyelenggaraan oemilu di sana hanya meraup pemilih 25 persen. Padahal sebelumnya mencapai 50 persen.

Keyakinan Kastorius mengenai partisipasi pemilih juga tanpa alasan. Dia melihat adanya kesungguhan KPU dalam menyiapkan Pilkada Serentak 2020.

“Yakin partisipasi kali ini tidak akan anjlok. Bahkan Indonesia akan tercatat sebagai negara dengan pemilihan dan jumlah pemilih terbesar,” tegasnya.

Kemudian, katanya, Pemerintah juga sudah mengupayakan dengan maksimal tentang dukungan penerapan protokol kesehatan.

Pemerintah menyiapkan berbagai macam regulasi yang diperlukan, dan pemenuhan anggaran sesuai dengan kebutuhan pemilu di tengah pandemik. (S-03)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.