Gerakan Tutup Mulut pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

Ragam, SAKATA.ID: Pada beberapa kondisi, anak yang awalnya senang dengan kegiatan makan mendadak berubah dengan gerakan tutup mulut (GTM). Contohnya seperti ketika mereka sakit dan tumbuh gigi.

Sebagai orang tua pasti ingin melihat anak-anak menyantap makanan mereka dengan lahap. Berikut ini adalah beberapa tips dan trik yang dapat Anda terapkan ketika anak mendadak menolak makan.

Bacaan Lainnya

Gunakan Peralatan Makan yang Unik

Piring, sendok dan gelas makan yang menarik juga bisa meningkatkan minat anak untuk makan. Oleh karena itu Anda dapat menyediakan peralatan makan anak sesuai dengan kesukaannya. Misalnya peralatan makan yang warna-warni atau yang bermotif kartun anak.

Variasi Menu

Salah satu alasan mengapa anak melakukan gerakan tutup mulut biasanya karena bosan dengan menu yang disajikan. Jika Anda biasanya hanya terpaku pada satu menu yang dianggap sebagai makanan kesukaan anak, kini Anda perlu melakukan perubahan.

Anda dapat mengganti menu setiap harinya atau mengubah cara mengolahnya. Misalnya anak suka makan ayam. Anda dapat mengolahnya menjadi ayam goreng, ayam kecap, nugget ayam dan lain-lain. Atau misalnya kentang. Anda bisa mengolahnya menjadi stik kentang ala restoran cepat saji atau perkedel atau bisa juga Hash browns.

Olah Menjadi Beragam Bentuk

Cara ini bisa Anda coba dan terapkan sehari-hari. Gunakan cetakan khusus makanan. Anda bisa mendapatkannya di toko bahan makanan/kue.
Bentuk nasi, lauk pauk, dan sayur menjadi bentuk bola, boneka, bunga atau wajah binatang. Lalu tata dengan manis pada piring makan anak. Anak tidak akan menolak makan dan lahap menyantap hidangan yang Anda masak.

Buatkan Camilan yang Bergizi

Jika anak tidak ingin makanan yang berat, Anda dapat menggantinya dengan camilan yang bergizi dan memperhatikan panduan makanan gizi lengkap seperti ada karbohidrat, protein dan sayur.

Anda dapat membuat nugget ayam, bola-bola ikan atau perkedel daging. Anda bisa menambahkan sayuran seperti brokoli dan wortel dan sedikit keju agar rasanya lebih gurih serta teksturnya yang creamy.

Jangan beri makan/minum yang mengenyangkan sebelum makanan utama.
Hal ini juga penting karena jika anak kenyang dengan camilan atau susu yang Anda beri, dia akan menolak makan. Anda dapat menundanya maksimal 1 jam sebelum makan makanan utama.

Sangat disarankan untuk mengatur jadwal makan anak agar tubuhnya dapat menyesuaikan dengan rasa lapar dan kenyang. Selain itu juga dapat melatih disiplin pada anak.

Cara ini terkenal ampuh karena dalam keadaan perut kosong dan lapar anak pasti akan menyantap makanan utama.

Sajikan Makanan selagi Hangat

Ada beberapa anak yang lebih menyukai makan makanan yang masih hangat, misalnya saat menyantap sup. Anda perlu menghangatkan makanan sebelum menyajikannya untuk anak. Makanan hangat lebih nyaman saat masuk ke perut. Cara seperti ini dapat anda terapkan ketika anak anda sedang sakit.

Berikan Makanan Dingin

Selain makanan hangat, anda juga dapat memberikan olahan makanan dalam suhu dingin. Misalnya buah potong yang sudah didinginkan, atau mengkreasikan buah menjadi es krim. Bisa juga puding atau yogurt dingin. Pemberian makanan dingin dapat anda lakukan ketika anak anda sedang tumbuh gigi. Gusi yang bengkak dan gatal akan sedikit reda ketika terkena makanan dingin.

Hindari Menonton saat Sedang Makan

Menonton saat makan akan membuat konsentrasi anak terbagi sehingga anak tidak mau menghabiskan makanannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.