Ciri Kuteks yang Kadaluarsa, Sebaiknya Buang Saja

  • Whatsapp
ciri kuktes yang kadaluarsa

Kecantikan, Sakata.id:- Sama halnya dengan produk kecantikan yang lain, ciri kuteks yang kadaluarsa menunjukkan tanda-tanda sudah tidak layak pakai. Apabila kuteks sudah melewati tanggal expired sebaiknya dibuang saja karena bisa menyebabkan kuku menjadi kuning. Kuteks yang sudah expired juga berpotensi mengandung zat berbahaya. 

Bagi kamu yang suka mewarnai kuku, penting sekali memastikan kuteks selalu diganti sebelum mencapai batas akhir waktunya. Pastikan kamu membeli kuteks dengan kualitas terbaik agar tidak mudah berubah teksturnya. Berikut ini tanda-tanda kuteks kadaluarsa atau sudah tidak layak pakai.

Bacaan Lainnya

Masa Simpan Sebelum Dibuka 2-3 Tahun

Sebelum kemasannya dibuka, kuteks memiliki expired date sekitar 2-3 tahun dari tanggal produksi. Selama produk aman dari sinar matahari, kandungan di dalamnya dapat bertahan selama beberapa tahun sebelum dibuka. Untuk itu, ketika membeli kuteks jangan lupa cek tanggal expired. Ciri kuteks yang kadaluarsa dapat kita kenali jika tanggal EXP pada kemasan sudah terlewat.

Masa Simpan Setelah Dibuka 12 Bulan

Setelah dibuka, masa simpan kuteks akan semakin berkurang. Hal ini terjadi karena kuteks yang berbentuk cairan mudah teroksidasi sehingga lama kelamaan teksturnya berubah. Agar tidak lupa, kamu bisa pasang label tanggal kuteks pertama kali dibuka kemasannya. Jika sudah lewat 12 bulan, maka sebaiknya dibuang saja karena bisa bikin kuku jadi kuning.

Aroma Berbau Aneh

Biasanya ciri kuteks yang kadaluarsa adalah mengeluarkan bau aneh. Memang sih, kebanyakan kuteks mengeluarkan aroma yang tajam. Akan tetapi jika aromanya menjadi semakin tajam dari waktu ke waktu dan cenderung mengganggu, sebaiknya tidak kamu pakai. Terutama untuk kamu yang sensitif terhadap aroma, dari kuteks kadaluarsa bisa menyebabkan mual.

Tekstur Kuteks Menggumpal

Selain berbau tajam, ciri kuteks yang kadaluarsa juga memiliki tekstur menggumpal. Kosmetik yang berbentuk cairan atau liquid umumnya mudah teroksidasi dan lama kelamaan teksturnya berubah menjadi lebih kental. Jika belum lewat 12 bulan dari sejak pertama dibuka, kuteks masih bisa diencerkan.

Bagaimana Cara Mengencerkan Cat Kuku?

Selagi masih belum kadaluarsa, kuteks yang menggumpal masih bisa diencerkan. Sederhananya, kamu bisa membalikkan dan menggulingkan botol agar cat kuku di dalamnya tercampur. Rendam bagian bawah botol dengan air hangat, maka cat kuku akan menjadi encer dan lebih mudah dipakai. 

Jika isi produk sudah hampir habis dan menempel di bagian dalam botol, gunakan cairan pengencer kuteks. Sebagian orang meneteskan aseton atau penghapus kuteks ke dalam botol cat kuku, akan tetapi cara ini tidak dianjurkan untuk kuteks gel. Hindari meneteskan air biasa ke dalam botol kuteks karena cara ini tidak akan berhasil dan semakin memperburuk tekstur kuteks yang mengeras.

Simpan Kuteks dengan Benar

Pasti rasanya sedih ketika kuteks yang sudah lewat masa simpan ternyata selama ini hanya sempat dipakai beberapa kali saja. Jangan khawatir, kamu bisa membeli kuteks baru dan menerapkan cara menyimpan kuteks dengan benar agar tidak cepat menggumpal. 

Setiap selesai menggunakan kuteks, bersihkan leher botol dengan kapas yang sudah diberi aseton. Leher botol yang berlumuran cat kuku akan menjadi lengket dan membuat tutup produk sulit dibuka kembali. Apabila leher botol tetap bersih, kita bisa menutup dan membuka dengan mudah.

Jangan Simpan di Kamar Mandi

Meski kuteks akan kadaluarsa dengan sendirinya, tapi jika disimpan dengan suhu yang benar dapat menjaga tekstur tetap encer dan mudah menempel di kuku. Hindari menyimpan kuteks di kamar mandi karena suhu di dalam ruangan tersebut berubah-ubah dengan cepat. Perubahan suhu yang terlalu sering dapat mengurangi kualitas kuteks sehingga warnanya jadi pudar.

Tempat terbaik menyimpan kuteks adalah di dalam laci. Hati-hati jika menyimpan kuteks di dalam kulkas! Suhu pintu kulkas bagian dalam cenderung berubah-ubah karena sering dibuka tutup. Selain itu, jika botol kuteks retak bisa sebabkan kebakaran.

Menyimpan botol kuteks sebaiknya selalu dalam posisi tegak. Apabila botol kuteks miring atau dalam posisi berbaring, cairan kuteks akan mengalir ke bagian leher dan menyebabkan tutup sulit dibuka. Segera tutup kembali botol kuteks setelah digunakan dan jangan biarkan terbuka dalam waktu lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *