Keunikan Kumbang Badak, Hewan yang Menginspirasi Kamen Rider

Kumbang Badak
Kamen Rider - Kumbang Badak/Net

Ragam, SAKATA.ID: Jika kamu adalah fans dari serial Kamen Rider, pasti tahu kalau serial ini terinspirasi dari berbagai macam serangga, seperti Kumbang Badak.

Dari sekian banyak tokoh di serial ini, Kamen Rider Kabuto adalah yang terinspirasi dari serangga yang bernama Kumbang Kabuto atau yang sering kita sebut dengan Kumbang Badak.

Bacaan Lainnya

Kumbang Kabuto atau Kumbang Badak Jepang merupakan makhluk yang populer dalam budaya Asia. Yang membuat dia dapat menginspirasi adalah kemampuan dan kemauannya untuk bertarung.

Kabuto adalah salah satu kumbang yang lebih besar di bumi, kekuatannya juga telah memicu rasa ingin tahu manusia selama bertahun-tahun.

Berikut sejumlah fakta menarik tentang Kumbang Badak

  • Banyak Ditemukan di Jepang, Taiwan, Korea, dan Cina Timur

Diketahui, Kumbang Badak merupakan bagian dari subfamili Kumbang yang disebut Dynastinae. Mereka berkerabat dekat dengan kumbang Scarab.

Warnanya coklat atau hitam. Serta memiliki diet herbivora yang terdiri dari makanan manis, seperti getah pohon, dan buah-buahan.

Ukurannya, untuk Kumbang jantan dapat mencapai panjang sekitar 1,57-3,14 inci (40-80 milimeter). Sedangkan untuk betina, mereka dapat tumbuh maksimum 2,36 inci (60 milimeter).

Kumbang ini mempunyai dua tanduk. Satu di bagian depan berbentuk ‘Y’. Dan tanduk yang lebih kecil, berada di atas kepalanya.

Kedua tanduk itu memiliki fungsi untuk bertarung dan mengangkat lawannya.

Meskipun variasi Kumbang telah ditemukan di semua benua, selain Antartika namun mereka paling sering ditemukan di daerah asia seperti Jepang, Taiwan, Korea, dan Cina Timur.

Terutama Kumbang Kabuto, sering ditemukan di daerah pegunungan tropis dan subtropis di alam liar.

  • Punya Beragam Nama di Seluruh Dunia.

Di Jepang kumbng ini disebut dengan tiga nama yaitu, Kumbang Badak Jepang, Kumbang Bertanduk Jepang, dan Kabutomushi.

Tetapi nama yang paling umum digunakan di Negeri Skura itu adalah Kabutomushi.

Kemudian jika dalam bahasa Inggris, kata ‘kabuto’ artinya adalah ‘helm’ dan ‘mushi’ berarti ‘serangga’.

Sehingga apabila langsung diterjemahkan, kata kabutomushi adalah ‘serangga helm’. Di dalam budaya Jepang, terlihat mirip dengan helm yang dipakai para samurai.

  • Usianya Hanya 16 Bulan.

Kumbang ini memulai hidup sebagai telur kemudian menetas. Setelah itu, sebagian besar hidupnya dihabiskan di bawah tanah sebagai larva.

Tahapan sebagai larva ini memakan waktu yang cukup panjang. Sekitar 12 bulan. Lalu berkembang dan matang menjadi kumbang.

Ketika sudah sepenuhnya berkembang, ia hanya sekitar empat bulan menjadi Kumbang Badak dewasa.

Dalam jangka waktu ini, mereka sudah harus menemukan pasangan guna melangsungkan perkawinan supaya siklus mereka tetap berlanjut.

Setelah menemukan kawin, yang jantan akan mati di musim gugur. Sementara betina hidup sampai semua telur diletakkan dan akan segera mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *