Begini Cara Bedakan Gejala Omicron dengan Flu Biasa

Lifestyle, SAKATA.ID: Masih banyak orang yang tidak faham seeprti apa cara bedakan gejala terinfeksi Omicron atau terkena flu biasa.

Seeprti diketahui, bahwa Varian Covid-19 Omicron disebut-sebut tidak memiliki tingkat keparahan layaknya varian Delta.

Bacaan Lainnya

Bahkan gejala Omicron dianggap mirip dengan flu biasa.

Oleh karena itu, sangat penting untuk bisa membedakan seperti apa gejala ketika diserang flu atau terinfeksi varian omicron.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi acuan, seeprti yang dijelaskan Central for Disease Control and Prevention Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Lembaga ini sudah mengeluarkan sejumlah laporan terkait gejala varian Covid-19 Omicron pada akhir tahun lalu.

Berikut daftarnya, seperti dikutip CNBC pada Sabtu (19/2/2022) kemarin.

  1. Batuk 89%
  2. Mudah lelah 65%
  3. Hidung tersumbat atau rirone 59%
  4. Demam 38%
  5. Mual atau muntah 22%
  6. Sesak nafas 16%
  7. Diare 11%
  8. Anosmia atau ageusia 8%

Kemudian perbedaan yang sangat menonjol dari kedua, behini cara bedakan gejala Omicron atau flu biasa yang dipaparkan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan.

Dia menjelaskan, ketika seseorang terserang flu, jarang disertai dengan nyeri tenggorokan. Atau tenggorokan gatal. Dua gejala ini banyak ditemukan pada orang yang terkena Omicron.

Kemudian, gejala yang khas pada varian omicron adalah hidung tersumbat atau rinore. Lalu batuk dan nyeri tenggorokan, terutama tenggorokan gatal.

Memang, tegas Erlina, gejala omicron sedikit mirip dengan flu biasa.

Hal tersebut diungkapkan Herlina pada saat menjadi pembicara di Seminar Daring berjudul “Super-immunity and Implication on New Variant of Covid-19”, yang digelar beberapa waktu lalu.

Namun, ungkapnya, cara bedakan gejala omicron lainnya yakni jarang orang yang terkena flu itu mengalami nyeri tenggorokan dan tenggorokan gatal.

Orang yang terkena flu, lanjut dia, biasanya adalah pilek dan kadang-kadang disertai dengan batuk.

Herlina juga menambahkan, sebagian besar gejala klinis pada varian Omicron ringan. Bahkan tidak bergejala.

Walaupun sebagian gejala Omicron bersifat ringan, risikonya lebih besar mengintai lanjut usia atau lansia.

Juga risiko besar jika menginfeksi orang yang belum pernah melakukn vaksinasi. Selain itu, kepada mereka yang punya komorbid dan pada anak-anak.

Presiden Joko Widosdo meminta agar dilakukan percepatan vaksinasi. Terutama pada kalangan masyarakat lanjut usia dan anak-anak. Kelompok ini harus diprioritaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.