Ingin Memberi Kesan Pertama yang Hebat saat Wawancara? Inilah Kuncinya

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Ragam, SAKATA.ID: Mungkin Anda pernah melakukan tes wawancara, yang dipikirkan biasanya selalu isi dari materi wawancara. 

Padahal, ada faktor non lisan di luar materi wawancara yang perlu diperhatikan. Sehingga kesan pertama di mata orang, Anda begitu hebat, tangguh, dan berwibawa.

Bacaan Lainnya

Menurut Allan & Barbara Pease dalam bukunya Kitab Bahasa Tubuh, ada sembilan kunci emas untuk tampil dengan benar dalam tes wawancara;

Berikut penjelasannya: 

  1. Di Area Tamu

Bila memakai jaket dan situasi memungkinkan, lepaskan jaket terluar yang Anda pakai. Hindari membawa barang yang berlebihan sehingga tangan penuh dengan bawaan. Karena itu akan terkesan berantakan.

Berdirilah di areal tamu jangan duduk jika belum dipersilakan. Berjalanlah dengan penuh percaya diri, salah satunya dengan cara tangan menggenggam tangan dibalik punggung. Kemudian ayunkan tubuh Anda maju mundur di atas kaki dengan percaya diri namun terkendali. 

  1. Saat Masuk Wawancara

Saat dipersilakan untuk masuk ruangan, maka berjalanlah tanpa ragu. Jangan sekali-kali berdiri di pintu. Ketika berjalan melewati ruangan seseorang, usahakan kecepatan jalan sama. Biasanya orang yang tidak percaya diri akan mengganti kecepatannya sehingga tergopoh-gopoh saat masuk ruangan

  1. Pendekatan

Berjalanlah masuk penuh percaya diri, walaupun orang tersebut sedang menerima telepon, merapikan baju, sibuk merogoh laci ataupun sedang mengikat tali sepatu.

Langkah selanjutnya adalah letakan barang bawaaan seperti tas kantor atau map, kemudian jabat tangan orang tersebut dan bersegeralah duduk.

  1. Jabatan Tangan

Ada yang harus diperhatikan dalam berjabat tangan saat memulai wawancara. Tegakan telapak tangan dan balas tekanan yang anda terima secara setimpal. Biarkan orang tersebut yang memutus kapan berakhirnya jabatan tangan.

Hindari jabatan tangan dengan telapak menghadap ke bawah. Jangan pernah berjabatan tangan menyebrangi meja.

  1. Ketika Duduk

Berpalinglah 45 derajat dari orang itu jika Anda terpakasa duduk berhadapan di kursi yang rendah dan berhadapan. Hal ini dilakukan untuk menghindari posisi ‘ditegur’. 

  1. Area Duduk

Jangan duduk di sofa rendah yang membuat Anda terbenam begitu bawah. Duduklah di tepi sofa agar Anda dapat mengendalikan bahasa tubuh dan gerakan Anda. Sudutkan 45 derajat menjauh dari orang itu.

  1. Gerak Tubuh Anda

Dalam strategi perundingan purba, orang memiliki kuasa biasanya tidak banyak bergerak. Orang yang berstatus tinggi akan menggunakan lebih sedikit pergerakan tubuhnya. 

Tetap tenang dan terkendali. Gunakan gerakan yang jelas, tidak rumit, dan disengaja. Jika pantas, tirulah gerak tubuh dan mimik wajah lawan bicara.

  1. Jarak

Atur jarak, hormati ruangan pribadi orang lain. Jangan terlalu dekat karena jika jarak anda terlalu rapat, orang akan merespons dengan memundurkan posisi duduk atau mencondongkan tubuhnya menjauh dari Anda. 

Lakukan sewajarnya, Anda akan lebih dekat dengan yang Anda lebih kenal, tetapi lebih jauh dari yang baru.

  1. Berjalan Keluar

Tetap tenang, kemasi barang bawaan, jika mungkin jabat tangan kemudian membalikkan tubuh dan berjalan keluar ruang tempat Anda wawancara. 

Pastikan pakaian bagian belakang Anda rapi. Jika pintu ruangan tertutup saat memasukinya, maka pastikan tertutup saat Anda meninggalkannya. 

Ketika Anda di pintu, balikkan tubuh perlahan dan tersenyumlah. Pastikan orang itu teringat pada senyum Anda bukan bokong Anda.

Ciptakan kesan pertama menjadi hebat, sembilan poin di atas bisa dipakai sebagai rujukan dan pembelajaraan.

Sehingga dapat membatu Anda untuk lebih percaya diri dalam menghadapi wawancara. 

RS-03

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *