Maksiat Itu Candu ?

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
maksiat itu candu

RAGAM, Lifestyle : Maksiat itu candu. Kenikmatan maksiat itu sifatnya semu, namun sekali melakukannya maka yang melakukannya akan ketagihan. Ibarat rokok yang mengandung nikotin sekali menghisapnya ia akan ketagihan. 

Kenikmatan semu dan sesaat ini sesunggunya tipu daya setan, dengan menghiasi dan membumbui dengan berbagai keindahan dan kenikmatan sehingga yang melihat dan merasakannya akan merasa tergoda dan ketagihan.

Bacaan Lainnya

Kebanyakan maksiat itu nikmat, namun pada dasarnya merusak. Oleh karenya maksiat ini dilakukan terus menerus kemudian menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi candu. Pelaku maksiat pasti terbersit dalam hatinnya ingin berhenti namun keumuman akan melakukannya kembali.

Ibnu qayyim menjelaskan dalam al jawaab alkafi, yang dilansir dari buku karyanya umi A. Kholil yang berjudul Jangan baca Buku Ini Jika Belum Ingin Taubat. Bahwa seseorang yang ahli maksiat akan menjadi tawanan setan. Terpenjara oleh syahwatnya dan terikat oleh hawa nafsunya sendiri, sehingga susah keluar dari belenggu itu.

Dalam alquran dijelaskan “ maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya dan allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinnya dan meletakan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah allah (membiarkannya sesat)? Maka, mengapa kamu tidak ambil pelajaran?” (QS; Jatsiyah [45] : 23)

Manusia memang tidak luput dari perbuatan dosa. Salah satu jalan dosa itu berasal dari hati, bagaimana maksiat itu bisa ada jika hatinya takut untuk melanggar batas batas syariat. Biasakan sering sering beristigfar dalam setiap keadaan. 

Jalan lain yang kemungkinan bisa terjerumus pada perbuatan dosa adalah faktor lingkungan. Terlalu banyak berada pada lingkungan yang jauh dari allah. Entah itu tempat kerja, tempat tinggal, atau komunitas. 

Dalam buku terjemah dan syarah al -Hikam dan ditulis oleh ibnu ‘athailah as-sakandari menjelaskan bahwa janganlah engkau bersahabat dengan seseorang yang kondisi jiwa dan hatinya tidak membuatmu bersemangat untuk berjalan menuju allah swt. Bersahabat dengan yang buruk akhlaknya sangat membahayakan, karena penyakit yang ada dalam jiwanya akan menular.

Maksiat itu candu, Pada akhirnya jauhilah perbuatan maksiat itu karena akan membahayakan hati dan fisik. Mintalah ampunan dan pertolongan allah SWT. Dengan selalu berzikir dan menjalankan semua perintahnya dan menjauh dari semua larangan-Nya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *