Masker Sekali Pakai Bahayakan Kehidupan di Laut

  • Whatsapp

Ragam, SAKATA.ID: Apa jadinya jika masker sekali pakai dan plastik-plastik menjadi lebih banyak daripada ikan di laut?

Tentunya, keseimbangan alam akan terganggu dan membuat dampak kehidupan terhadap makhluk di dalamnya termasuk kita. 

Bacaan Lainnya

Masker bekas ternyata mengancam kehidupan di laut. Tahukah kamu bahwa penghasil oksigen terbanyak sebenarnya berasal dari laut?

Fitoplankton di laut menjadi penyumbang oksigen terbesar untuk bumi hingga 85 persen. Apabila laut tercemar, maka kualitas udara pun berkurang. 

Masker medis atau disposable mask terbuat dari berbagai plastik meleleh dan sulit didaur ulang karena komposisinya.

Selain itu, ada risiko kontaminasi dan infeksi. Masker-masker ini memasuki lautan setelah dibuang, terlebih ketika sistem pengelolaan limbah tidak memadai atau tidak ada. 

Masker Sekali Pakai Mencemari Laut

Menurut sebuah laporan yang dirilis Ocean Asia, lautan akan dipenuhi dengan perkiraan 1,56 miliar masker pada tahun 2020.

Dalam laporan yang berjudul “Dampak COVID-19 pada Polusi Plastik Laut” itu, masker wajah akan menghasilkan 4.680 hingga 6.240 metrik ton polusi plastik laut. 

Masker-masker ini akan membutuhkan waktu selama 450 tahun untuk terurai. Perlahan berubah menjadi plastik mikro, sambil berdampak negatif pada satwa liar dan ekosistem laut. 

“Diperkirakan 1,56 miliar masker sekali pakai akan memasuki lautan pada tahun 2020 sebagai puncak gunung es,” ucap Dr. Teale Phelps Bondaroff, Direktur Riset Ocean Asia sekaligus penulis laporan tersebut. 

Ia menambahkan, masker wajah sekali pakai menyumbang polusi hingga 6.240 metrik ton dari 12 juta metrik ton plastik yang masuk ke lautan kita setiap tahun.  

Sangat penting bagi kita untuk bekerja sama mengurangi pemakaian plastik sekali pakai. Kita semua memiliki peran dalam mengurangi sampah plastik.

Hampir semua barang sekali pakai memiliki opsi yang dapat digunakan kembali. 

Gunakan masker kain yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi sampah.

Jangan gunakan disposable mask kecuali benar-benar diperlukan, dan pastikan membuang masker secara bertanggung jawab. 

Tips Membuang Masker agar Tidak Mencemari Lingkungan

Masker sekali pakai yang tidak dibuang dengan baik dapat mencemari lingkungan dan menularkan penyakit.

Maka kita sebagai pengguna seharusnya dapat mencegah hal itu terjadi. Berikut ini adalah langkah-langkahnya.

  1. Lipat masker.
  2. Semprotkan desinfektan pada masker. 
  3. Gunting tali bagian tengah masker. 
  4. Pisahkan sampah masker di tempat sampah yang diberi label “limbah infeksius”.
  5. Cuci tangan kembali dengan sabun. 

Yuk lebih bijak dalam mengelola sampah masker yang kamu pakai. Ingat! Sampahmu tanggung jawabmu.

Hingga saat ini, mungkin masih banyak yang kebingungan bagaimana mengelola limbah masker. Solusinya adalah mulai ber-ecobrick. 

Mulai Ber-Ecobrick

Singkatnya, ecobrick adalah botol plastik bekas yang diisi penuh dengan segala jenis plastik bersih dan kering. Setelah mencapai kepadatan tertentu, ecobrick berfungsi sebagai balok bangunan yang dapat digunakan kembali. 

Selain masker sekali pakai, bahan-bahan yang bisa dipakai untuk ecobrick di antaranya plastik sachet, kemasan makanan, dan bungkus paket. Semua bahan harus sudah dicuci bersih dan kering.

Penerapan Ecobrick dalam Kehidupan Sehari-hari

Ecobrick dapat digunakan untuk membuat kursi, meja, panggung, dan masih banyak lagi.

Sangat baik untuk membuat taman bermain dan membangun struktur-struktur konser atau pameran dalam hitungan menit. Bisa dilepas dan disimpan kembali.

Cara paling awet memanfaatkan ecobrick adalah dengan menggunakan teknik bangunan tanah. 

Tanah, jerami, dan pasir dapat mengikat ecobrick untuk membuat bangunan yang tangguh dan tahan panas.

Metode ini bahkan sangat kokoh untuk dibangun pada tanah gempa, memungkinkan tembok didesain melengkung dan didaur ulang pada akhir usia konstruksi. 

Keuntungan paling nyata dengan mengandalkan ecobrick, metode ini 100% mengandalkan bahan-bahan bersumber lokal dan nyaris tidak butuh biaya.

Siapapun bisa membuat ecobrick dengan memisahkan, membersihkan, dan mengamankan plastik. 

Tentunya, kita tidak akan rela membiarkan biota laut terancam punah. Tidak ada lagi petugas kebersihan yang mampu mengelola sampah kita karena tertular penyakit dari masker sekali pakai.

Sebuah kesadaran akan lebih berarti kita jika kita berani memulai aksi. Mari beralih ke reusable mask, atau buang sampah disposable mask ke tempat khusus. 

RS-03

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *