Santri Sampang Bikin Miniatur Garuda Indonesia, Bisa Terbang Hingga 1 Km

Ragam, SAKATA.ID: Seorang santri asal Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur viral, ia bikin miniatur pesawat Garuda Indonesia.

Dalam sebuah video yang diunggah salah satu akun TikTok terlihat santri yang bernama Agus Humadi itu sedang menerbangkan pesawat tersebut.

Bacaan Lainnya

Disebutkan bahwa pria berusia 25 tahun itu tinggal di Desa Tlambah, Karang Penang, Kabupaten Sampang.

Miniatur pesawat yang dia buat itu mampu terbang sejauh 400 meter bahkan hingga 1 kilometer (Km).

Miniatur pesawat Garuda Indonesia itu terbuat dari styrofoam. Aksi uji cobanya berjalan mulus.

Warga sekitar berbondong-bondong melihat aksi dari Agus Humadi yang menerbangkan pesawat buatannya itu. Hingga viral di media sosial.

Video yang memperlihatkan uji coba penerbangan miniatur Garuda Indonesia itu sampai ke tangan Bupati Sampang Slamet Riadi.

Ia pun tertarik dan merasa kagum kepada Agus. Hingga Bupati memberikan sebuah penghargaan atas karya yang dibuat santri Kabupaten Sampang tersebut.

Malahan, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti pun tertarik dengan miniatur pesawat Garuda Indonesia itu.

Susi ingin mengundang santri Sampang yang bikin miniatur pesawat Garuda itu ke Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

“Bagaimana saya bisa undang dia ke Pangandaran dg pesawatnya sekalian ?” tulis Susi dalam akun resmi Twitternya, Senin (7/2/2022).

Twitter Susi Pudjiastuti

Aksi dari Agus itu menjadi viral di tengah isu PT Garuda Indonesia Tbk. Bahkan warganet yang melihat miniatur pesawat bikinan Agus itu menyambungkannya dengan keadaan perusahaan milik negara yang akan alami kebangkrutan.

Namun pihak GIAA menegaskan bahwa perusahaan pesawat ini tak mengalami kebangkrutan dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang sedang dijalani.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra PKPU merupakan proses perdamaian dengan di bawah lindungan Pengadilan Niaga. Bukan suatu proses kebangkrutan atau kepailitan.

Kemudian terkait dengan isu PHK massal di perusahaan pesawat Garuda ini, Irfan mengatakan bahwa persoalan dengan karyawan ke depannya akan dibahas bersama serupa dengan kebijakan pensiun dini sebelumnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya selalu mengedepankan kepentingan dari karyawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.