Sejarah Maulid Nabi, Teladani Sifat Rasululloh di Kehidupan

Ragam, SAKATA.ID: Sejarah Maulid nabi harus Anda ketahui sebagai seorang muslim yang taat dan mencintai Baginda Muhammad SAW. Karena sosok nabi Muhammad SAW adalah contoh yang terbaik di muka bumi ini.

Terlepas dari banyaknya yang berpendapat mengenai bid’ah atau tidaknya mengenai perayaan ini. Satu hal yang tak diperdebatkan adalah Nabi Muhammad SAW merupakan sosok sempurna di muka bumi ini.

Bacaan Lainnya

Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori yang artinya Nabi SAW bersabda “Aku diutus ke muka bumi ini untuk menyemprnakan Akhlak”. Karena sejak dulu akhlak manusia masih jauh dari kata baik, bahkan saat ini juga setelah meninggalnya nabi akhlak semakin hancur.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Mengenai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  ada yang berpendapat bahwa perayaan ini dimulai sejak zaman Daulah Fathimiyah Syiah di Mesir. Acara maulid nabi ini diperkirakan sudah ada pada tahun 4H dan menguatkan bahwa zaman Daulah Fathimiyah berkuasa antara tahun tersebut.

Beberapa ahli sejarah Islam mengutarakan pendapat yang berbeda tentang siapa yang pertama memperingati Maulid Nabi. Adalah Al-Hafizh Al-Suyuthi, Ibn Khallikan,Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, dan Sibth Ibn Al-Jauzi memberi penyangkalan. Mereka setuju bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah Sultan Al-Muzhaffar. 

Dilihat dari banyaknya yang berpendapat mengenai siapa yang pertama melaksana kan Maulid nabi Adalah sultan Al-Muzhaffar. Sebenarnya nabi Muhammad SAW memang tidak merayakan Maulid ini namun yang mulia merayakannya adalah dari sahabat dekat beliau.

Maka memang tak aneh jika peringatan Maulid nabi disebut dengan bid’ah oleh banyak orang di Indonesia khususnya. Tapi jika dilihat dari manfaatnya tak ada salahnya dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi dan memberi shalawat pada Rasulullah.

Kegiatan Maulid Nabi di Indonesia

Di Indonesia banyak sekali yang merayakan acara Maulid Nabi SAW baik itu di masjid kecil atau yang besar. Malah di tahun ini juga terdapat libur panjang agar masyarakat bisa merayakan acara maulid ini.

Kegiatan Maulid di Indonesia biasanya diisi dengan acara tausiah dan juga sedikit dengan berbagi makanan. Isi ceramahnya pun kebanyakan membahas tentang bagaimana Akhlak Rasulullah SAW yang sagnat sempurna. Selain itu penceramah juga akan mengajak bersholawat atas nabi agar mendapatkan syafaat di akhirat nanti.

Hal ini karena sosok dari nabi Muhammad sebagai figur terbaik dan selalu memberi contoh dalam segala aspek kehidupan. Baik itu dalam urusan bernegara, politik, berdagang, rumah tangga dan menjaga diri sendiri.

Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW

Mengawali sejarah maulid Nabi Muhammad SAW adaalah harus mengenal ayah dan ibunya terlebih dahulu. Beliau dilahirkan oleh ibunya bernama Siti Aminah dan ayahnya bernama Abdulloh Bin Abdul Mutholib.  Nabi Muhammad SAW ditinggal sang ayah ketika masih di berada di dalam kandungan ibunya.

Kisah haru juga terjadi ketika Nabi Muhammad SAW ditinggalkan ibunya untuk selamanany  ketika masih berusia 6 tahun 3 bulan. Beliau kemudian diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Mutalib.  Singkat cerita kakeknya pun dipanggil oleh sang kuasa dan harus diasuh diasuh oleh Abu Tholib pamannya.

Singkat cerita dari sejarah maulid ini Nabi SAW menikah dengan siti Khadijah. Hal yang paling menarik dari pernikahan ini adalah dimana Rasululloh masih berusia 25 tahun dan siti Khadijah 40 tahun. Namun meski begitu sosok Khadijah adalah istri terbaik bagi beliau.

Beliau pun menikah dengan Siti Aisyah yang banyak berjasa juga bagi seluruh umat muslim di dunia. Bahkan banyak orang yang tidak tahu bahwa Siti Aisyah juga merupakan dokter mata pertama di dunia.

Kisah cinta Nabi Muhammad SAW bahkan dinyanyikan oleh penyanyi Indonesia Sabyan band. Lagu itu pun sangat digemari oleh seluruh rakyat Indonesia bahkan negara tetangga Malaysia.

Alasan Anda harus mengetahui dan mengikuti dari peringatan Maulid nabi ini karena sosok Rasulloh yang sangat sempurna. Beliau merupakan sosok pemimpin yang adil dan sangat disegani oleh seluruh rakyatnya.Ketika menjadi pemimpin negeri beliau tinggal di rumah kecil bahkan bantalnya pun dari pelepah kurma.

Sejarah Maulid Nabi harus membuat kita sebagai umatnya menjadi lebih baik lagi dalam menjalani hidup. Jangan gunakan sosok lainnya sebagai panutan karena Rasululloh adalah manusia yang sempurna dan tak ada kurangnya sedikit pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.