Soegiarin, Seorang Penyiar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

  • Whatsapp
Soegiarin
Soegiarin/Net

Sosok, SAKATA.ID: Soegiarin lahir di Grobogan, Jawa Tengah 13 Juli 1918. Ia adalah sosok yang punya kiprah dalam sejarah Indonesia.

Profesinya sebagai jurnalis dia berhasil memberitakan kabar kemerdekaan Indonesia melalui mesin komunikasi sandi morse.

Bacaan Lainnya

Pada saat itu, ia bekerja untuk Kantor Berita Domei yang sedang dikuasai oleh Jepang di Jakarta, di bawah pimpinan Adam Malik.

Adam Malik juga lah yang memerintahkan Soegiarin agar kabar kemerdekaan Indonesia diberitakan setelah pembacaan naskah proklamasi oleh Soekarno & Hatta di Jakarta.

Kemahirannya dalam komunikasi morse ia dapat saat sekolah pelayaran Belanda. Dia mempelajari komunikasi morse sejak sekolah di Surabaya. 

Sedangkan keahlian dalam dunia jurnalistiknya diperoleh saat dia bergabung dengan media cetak yang berbahasa Belanda di Surabaya.

Ketika itu, sebelum pembacaan teks proklamasi dibacakan oleh Soekarno, dia mendapat perintah dari Adam Malik.

Soegiarin diminta supaya memberitakan pembacaan teks proklamasi itu dengan menyiarkan melalui berita morse. 

Pekerjaan ini tentunya sangat berat, karena Kantor Domei dijaga dan diawasi oleh penjajah, Jepang. 

Akhirnya berjam-jam sebelum trks proklamasi dibacakan oleh Soekarno, Soegiarin menyusup di ruang mesin. Ia menghidupkan mesin sejak pagi-pagi buta.

Beruntung, saat melakukan oenyusupan, Soegiarin tidak diketahui Jepang. Ketika itu Kantor Domei dijaga petugas untuk mengawasi aktivitas di sana.

Sekitar setengah jam usai naskah proklamasi dibacakan, Soegiarin sudah bersiap di Kantor Domei di kawasan Pasar Baru Jakarta itu menerima salinan naskah. 

Seketika itu, ia menyiarkannya melalui berita morse yang kemudian diterima di kantor berita negara-negara di dunia. 

Akhirnya, berita Indonesia Merdeka dari penjajahan menyebar ke seluruh dunia. 

Persatuan Bangsa-Bangsa atau PBB pun menerima kabar ini. Menguatkan pengakuan Kemerdekaan Indonesia. 

Jadi, melalui tangan Soegiarin ini lah dunia mengakui Kemerdekaan Indonesia.

Kini R Soegiarin terbaring tenang di makam keluarga. Di blok Makam Kadipaten Gunung Brintik TPU Bergota, Kota Semarang.

Dia meninggal pada 2 Nopember 1987 di Jakarta. Nama Soegiarin belum banyak dikenal. Apalagi setenar dengan nama pahlawan nasional lainnya. 

Namun siapa sangka, ia memiliki peran penting dalam sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *