Gubernur Jabar: Akhir Tahun, 70% Warga Ciamis Harus Sudah Divaksin

  • Whatsapp
70% Warga Ciamis
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamis/Humas

Regional, CIAMIS: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan, 70% warga Ciamis harus sudah melaksnakan vaksinasi pada akhir Desember 2021.

Ia mengungkapkan hal tersebut saat mengunjungi Kabupaten Ciamis bersama Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Jabar pada Sabtu (11/9/2021).

Bacaan Lainnya

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil berkunjung ke Pondok Pesantren Darussalam di Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Pada kunjungannya tersebut, Emil meminta supaya target vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Ciamis tercapai pada akhir Desember 2021. 

“Target kita agar 70% warga Ciamis divaksin akhir Desember,” kata dia.

Guna mewujudkan target itu, katanya, kecepatan vaksinasi perlu ditingkatkan dua hingga tiga kali lipat. 

Pemerintah Kabupaten Ciamis diminta mengerahkan semua elemen, termasuk kerjasama dengan TNI-Polri. Agar berjuang bersama melaksanakn vaksinasi.

Emil menambahkan, agar target 70% warga Ciamis divaksin tercapai ada beberapa cara diantaranya dari pihak puskesmas harus keliling ke desa-desa.

Karena, lanjut dia, apabila warga yang mendatangi puskesmas maka jalannya vaksinasi Covid-19 ini akan berjalan agak lambat.

“Puskesmas bisa keliling ke bale desa,” jelas dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Ciamis  Yana D Putra mengatakan, pihaknya terus membenahi infrastruktur terkait vaksinasi Covid-19.

Ia mengungkapkan, Kendala yang dihadapi saat ini, katanya, hanya pasokan vaksin yang tersendat. 

“Infrastruktur kita terus perbaiki. Mudah-mudahan pasokan vaksin lancar,” kata Yana.

Menurutnya, perkembangan Covid-19 di Kabupaten Ciamis sudah semakin landai, terbukti dengan ditetapkannya Ciamis sebagai daerah yang memiliki risiko rendah penyebaran Covid-19 atau masuk ke level 2.

Ia menyampaikan, jumlah akumulasi konfirmasi pasien positif Covid-19 hingga Jumat (10/9/2021) ada 15.284.

Untuk pasien sembuh sebanyak 14.706, masoh ada yang melaksanakan perawatan dan menjalani isolasi mandiri. 

Sementara untuk keterisian tempat tidur di rumah sakit atau BOR sebanyak 14,9 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *