Vaksinator Sudah Maksimal, Ciamis Butuh Vaksin

  • Whatsapp
vaksin
Ilustrasi. Foto: Freepik

Regional, CIAMIS: Jumlah vaksinator di Kabupaten Ciamis hampir 300 orang. Kemampuan vaksinasi per petugas tersebut secara maksimal mampu mencapai 60 orang per hari.

Artinya, dalam satu hari bisa mencapai 6 ribu warga Kabupaten Ciamis tervaksinasi.

Bacaan Lainnya

Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis Tatang mengungkapkan, kerja para vaksinator belum maksimal lantaran kurangnya suplai vaksin dari Pemerintah.

“Memang kita bukan tidak ada vaksinatornya. Tapi suplai vaksinnya. Kita sudah mampu 4 ribu sampai 6 ribu perhari,” kata Tatang, Kamis (5/8/2021).

Ia mengatakan, jumlah vaksinator di Pemerintah Kabupaten Ciamis sebanyak 121 orang. Saat ini, sudah dibantu dengan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah sebanyak 100 orang.

Jadi ada 221 orang vaksinator yang siap terjun ke masyarakat untuk memberikan vaksin. 

Sementara, rata-rata vaksin yang dikirim ke Ciamis hanya memungkinkan untuk kecepatan 2 ribu sampai 3ribu suntik vaksin per hari.

“Sementara rata-rata logistik yang ada. Terutama vial vaksin yang didapat Ciamis hanya memungkinkan kecepatan 2 ribu-3 ribu per hari,” ujar dia.

Meski begitu, Kabupaten Ciamis telah menyusun strategi supaya pada akhir 2021 terbentuk Herd Immunity.

Dari hasil kajian epidemiologi Kabupaten Ciamis per 1 Agustus 2021 menerangkan beberapa strategi yang harus ditempuh Pemerintah Kabupaten Ciamis guna mencapai Herd Immunity.

Dengan jumlah vaksinator saat ini, Ciamis kemungkinan besar mampu mengejar Herd Immunity. Apalagi kalau ditambah relawan dari berbagai lembaga sekolah tinggi.

Strategi yang paling utama adalah segera terpenuhinya kebutuhan vaksin. Sehingga dapat lebih mengoptimalkan akselerasi kecepatan vaksinasi.

Strategi selanjutnya adalah desentralisasi vaksinasi ke berbagai layanan yang ada.

Sehingga bisa mendekatkan layanan ke masyarakat. Dan vaksi bisa lebih terdistribusi dengan merata. Dengan begitu, akan terhindar kerumunan antrian vaksin di suati tempat.

Cara desentralisasi vaksin ini juga dinilai bakal menghemat biaya yang dibutuhkan. Kegiatan vaksinasi pun akan lebih efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *