Suhu Dingin Terjadi di Beberapa Daerah, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
Suhu dingin
Uap Air/Net

SAKATA.ID : Suhu dingin dirasakan warga di beberapa daerah di Indonesia.

Fenomena itu menjadi trending di media sosial Twitter. Banyak warga yang merasakan suhu dingin, tidak seperti kondisi sebelum bulan Juni.

Bacaan Lainnya

Menurut BMKG

Dijelaskan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) suhu terasa dingin ini adalah suatu kondisi alami yang biasa terjadi.

Bahkan fenomena suhu yang terasa dingin bisa terjadi di setiap tahun.

Biasanya, pada saat puncak kemarau pada Juli hingga Agustus, menjelang September.

Suhu dingin
Uap Air/Net

Hal demikian terjadi, saat ini, lebih dominan dikarenakan kandungan uap di atmosfer cukup sedikit.

Seperti saat ini yang terjadi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Di wilayah ini kandungan uap di atmosfer cukup sedikit,” ujar Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko, kepada wartawan pada Kamis (30/7/2020).

Menurut Hary, kandungan uap di atmosfer itu terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan.

BACA JUGA : Mengenal Minyak Atsiri yang Banyak Diekspor Indonesia 

Dia menjelaskan bahwa uap air dan air adalah zat yang efektif menyimpan energi panas.

Kurang Kandungan Uap

Karena kurangnya kandungan uap di atmosfer, membuat energi radiasi yang dilepaskan bumi pada malam hari tidak tersimoan di atmosfer.

Kemudian energi yang dipergunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer juga tidak bekerja secara signifikan.

Karena itu, suhu udara malam hari ketika kemarau menjadi lebih rendah ketimbang saat musim hujan.

BACA JUGA : Situ Sanghyang Tasikmalaya Aset Jabar yang Terbengkalai

Alasan lainnya adalah adanya angin dari Australia. Angin dari sana cukuo dingin.

Lantaran saat ini di Australia sedang berlangsung musim dingin.

Selanjutnya, pada puncak kemarau udara akan lebih dingin tetapi permukaan bumi lebih kering.

Dengan kondisi tersebut, panas matahari akan banyak terbuang ke angkasa.

BACA JUGA : Di Sukabumi, Aktivitas Pertokoan Kembali Normal

Di tambah lagi dengan kondisi kandungan air yang menipis di dalam tanah. Serta uap air di udara sangat sedikit.

Itu juga yang membuat suhu dingin saat musim kemarau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *