69 Orang Tewas, Gelombang Panas Melanda Kanada dan AS

  • Whatsapp
Orang-orang tidur di tempat penampungan pendingin yang didirikan selama gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Portland, Oregon, AS 27 Juni 2021. Foto/REUTERS/Maranie Staab

Internasional, Sakata.id: Gelombang panas memecahkan rekor melanda bagian barat wilayah Vancouver Kanada dan Pacific Northwest Amerika Serikat (AS).

“Sebanyak 69 orang telah tewas dalam musibah gelombang panas itu, kejadian ini memecahkan rekor,” kata polisi, Selasa waktu setempat.

Bacaan Lainnya

Dikatakan kepolisian Kanada, Royal Canadian Mounted Police (RCMP), selama 24 jam terakhir ini, sebagian besar korban tewas di pinggiran kota Burnaby dan Surrey di Vancouver adalah orang tua atau orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Sementara, di kota tempat lainnya mengungkapkan mereka pun telah menanggapi banyak panggilan kematian mendadak sejak Senin lalu, namun belum merilis jumlah korban secara pasti.

“Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan, gelombang panas diyakini menjadi faktor penyebab sebagian besar kematian,” kata Kopral RCMP Michael Kalanj dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari France24, Rabu (30/6/2021).

Menurutnya, secara global, dekade hingga tahun 2019 lalu tercatat sebagian yang terpanas. Dan lima tahun terpanas itu semuanya terjadi dalam lima tahun terakhir ini.

Punggung Bukit Bertekanan Tinggi Menjebak Udara Hangat

Penyebab panas terik yang membentang dari negara bagian Oregon AS ke wilayah Arktik Kanada, disebabkan oleh punggung bukit bertekanan tinggi yang menjebak udara hangat di wilayah tersebut.

Alhasil, Kanada telah menetapkan rekor suhu tinggi sepanjang masa mencapai 47,9 derajat Celcius di Lytton di British Columbia, sekitar 250 kilometer timur Vancouver, pada hari Senin.

Selain itu, dalam prediksi cuaca pun memperkirakan rekor tersebut akan berlanjut pada hari Selasa mencapai 48,8 derajat Celcius di Kanada barat.

Menurut National Weather Service, suhu di kota-kota Seattle, Washington dan Pacific Northwest AS di Portland, Oregon mencapai tingkat yang tidak pernah terlihat sejak pencatatan dimulai pada tahun 1940-an mencapai 42,2 di Seattle dan 46,1 derajat Celcius di Portland.

Sementara itu, Vancouver di pantai Pasifik selama beberapa hari mencatat suhu di atas 86 F atau hampir 20 derajat di atas normal musiman. 

Suhu Mencapai 43,8 derajat Celcius

Ahli iklim mengatakan, suhu mencapai 43,8 derajat Celcius pada hari Selasa, terjadi di wilayah pedalaman di sepanjang delta Sungai Fraser, karena kelembaban tinggi.

Dalam konferensi persnya, Perdana Menteri British Columbia John Horgan mengakui sedang berada di tengah minggu terpanas yang pernah dialami warga British Columbia, dan ada konsekuensinya, konsekuensi bencana bagi keluarga dan masyarakat.

“Cara lain untuk bisa melewati masa yang luar biasa ini adalah dengan berkumpul bersama,” ucap dia.

Kemudian, sambung Horgan, cara lain bisa dilakukan adalah melakukan pemeriksaan pada orang-orang yang mungkin berisiko, memiliki kompres dingin di lemari es, tinggal di bagian paling dingin dari rumah, serta memastikan untuk segera mengambil langkah untuk melewati gelombang panas ini.

Gelombang Panas yang Berkepanjangan

Environment Canada mengungkapkan, gelombang panas yang berkepanjangan, berbahaya, dan bersejarah akan bertahan hingga minggu ini. Pihaknya pun telah mengeluarkan peringatan untuk Alberta, British Columbia, sebagian Saskatchewan, Wilayah Barat Laut, Yukon, dan Manitoba.

Hal senada pun diungkapkan oleh Layanan Cuaca Nasional AS, pihaknya mengeluarkan peringatan serupa, mendesak orang untuk tinggal di gedung ber-AC, menghindari aktivitas luar ruangan yang berat, minum banyak air, dan memeriksa anggota keluarga atau tetangga.

Pasalnya, musibah gelombang panas ini telah memaksa sekolah dan pusat vaksinasi covid-19 tutup di daerah Vancouver. Lalu, para pejabat setempat mendirikan air mancur sementara dan semprotan air di sudut-sudut jalan.

Beberapa barang elektronik lainnya seperti, AC dan kipas angin portable telah terjual habis di toko-toko. 

Namun, berbeda halnya dengan beberapa orang yang tidak memiliki pendingin di rumah mengatakan, kepada AFP bahwa mereka berjongkok di mobil ber-AC serta di dalam garasi parkir bawah tanah pada malam hari.

Membuka Pusat Pendinginan Darurat

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah pada warganya, di seluruh kota-kota Amerika Serikat bagian barat dan Kanada membuka pusat pendinginan darurat dan petugas membagikan botol air dan topi.

Seperti halnya di Eugene di Oregon, pihak penyelenggara dipaksa untuk menyesuaikan hari terakhir uji coba lintasan dan lapangan Olimpiade AS, untuk segera memindahkan acara sore ke malam hari.

Tidak hanya itu, gelombang panas pun dikombinasikan dengan kekeringan yang hebat, dapat menciptakan kondisi yang sempurna untuk beberapa kebakaran yang terjadi selama akhir pekan ini.

Salah satu contoh musibah terjadi akibat gelombang panas ini yakni, satu kebakaran di perbatasan California-Oregon telah membakar sekitar 600 hektar pada Senin pagi.

“Tetapi cuaca ini berbeda dengan Dubai, di negara itu akan lebih sejuk daripada yang kita lihat sekarang ini,” ungkap ahli iklim senior untuk Environment Canada, David Phillips, kepada AFP.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *