Realisasi Anggaran Penanganan Covid Ciamis di September 2021

Anggaran Penanganan Covid Ciamis
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Beberkan Anggaran Penanganan Covid Ciamis

Politika, CIAMIS: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengungkapkan besaran anggaran penanganan Covid 19 yang sudah terserap di September 2021 ini.

Ia mengungkapkan hal tersebut di hadapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ciamis saat Rapat Paripurna, Selasa (28/9/2021).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan bahwa realisasi anggaran penanganan Covid 19 Ciamis sampai dengan minggu ketiga bulan September 2021 baru terealisasi sebesar Rp37,7 miliar.

Jumlah itu mencapai 41,15% dari total anggaran yang diperuntukkan Rp 91,6 miliar

Beberapa kegiatan dari anggaran penanganan Covid-19 tersebut yakni, pembelian alat kesehatan, obat dan BMHP, vaksinasi, insentif tenaga kesehatan, dan dukungan pada kelurahan.

Sementara anggaran yang diperuntukkan bagi dukungan program pemulihan ekonomi daerah. Berupa perlindungan sosial dan ekonomi. Terealisasi Rp40,7 miliar  dari anggaran Rp52,8 miliar atau mencapai 77,04%.

Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ciamis dalam keadaan kritis akibat pandemi Covid-19, Herdiat menegaskan, tidak perlu berkecil hati.

Lantaran situasi seperti ini terjadi menyeluruh di wilayah Indonesia, bahkan dunia. 

Maka dari itu, Herdiat berharap, rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2021 ini bisa diproses dalam pembahasan dengan relatif ekstra hati-hati.

Herdiat memaparkan, keseluruhan pendapatan daerah pada perubahan RAPBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp 2,667 triliun. Bertambah sebesar Rp 329,2 miliar atau 14,08% dari pendapatan murni 2021.

Ia menerangkan, perubahan pendapatan RAPBD 2021 berasal dari penerimaan transfer pemerintah. Termasuk alokasi bantuan keuangan Provinsi Jawa Bara.

 
Serta pendapatan lain, daerah yang sah berupa BOS dan hibah IPDMIP. Alokasi belanja daerah pada perubahan RAPBD pada tahun 2021 menjadi Rp 2,943 triliun.

Jumlah tersebut bertambah sebesar Rp 559 miliar atau 23,45% dari belanja sebelum perubahan.

Selanjutnya, kata dia, dari sisi pembiayaan. Ada selisih antara pendapatan dan belanja. Defisit sebesar Rp 275,7 miliar. 

Selain dari pada itu diperlukan pengeluaran pembayaran Rp 6 miliar. Ini untuk penyertaan modal. Sehingga total defisit menjadi Rp 281,7 miliar. 

Defisit ini tidak bisa ditutupi dengan silpa yang ada sebesar Rp 82,7 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *