Repdem Mengecam Kekerasan Terhadap Ade Armando

Repdem Mengecam kekerasan
Sekjen Repdem Abe Tanditasik/Sakata

Politika, SAKATA.ID: Relawan Perjuangan Demokrasi atau Repdem mengecam kekerasan yang menimpa Dosen Universitas Indonesia Ade Armando.

Organisasi sayap PDI Perjuangan ini menerangkan pelaku pengeroyokan di depan Gedung MPR/DPR pada Senin (11/4/2022) itu diduga dilakukan oleh preman.

Bacaan Lainnya

Atau bahkan, sejumlah kelompok yang terorganisir untuk disusupkan ke massa demonstran.

“Repdem menyarankan agar kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap para perusuh yang melakukan pemukulan terhadap Ade Armando,” Sekretaris Jenderal Abe Tanditasik, dalam rilis yang dikirim kepada SAKATA.ID, Selasa (12/4/2022).

Bila perlu, lanjut dia, polisi melakukan identifikasi dan penangkapan terhadap semua yang ada dalam rekaman video.

Ia menegaskan, demonstrasi mahasiswa tersebut sejatinya adalah respon dari ketidakpuasan masyarakat terhadap melambungnya harga kebutuhan pokok. Seperti pada minyak goreng. Kemudian adanya dugaan menghilangkan bahan bakar dari pasaran.

Ditambah lagi, lanjut Ade, adanya kegaduhan politik dengan diwarnai kebohongan publik yakni terkait soal big data oleh Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Investasi Bahlil Lahadilia.

Kemudian dengan hal tidak terkendalinya kartel bahan kebutuhan pokok oleh para menteri yang bertanggung jawab.

Itu merupakan jawaban bahwa para menteri tersebut mempunyai visi tersendiri di luar visi Presiden.

Tentu dalam hal ini, kata Abe, adalah tanggung jawab Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Lalu Menteri BUMN, harus tetap bertanggung jawab atas menghilangnya BBM jenis Bio Solar dan Pertalite yang digunakan oleh masyarakat menengah le bawah.

Ditambah lagi, lanjut Abe, tidak ada BUMN yang memproduksi bahan kebutuhan pokok minyak goreng dan menyerahkan begitu saja pada kartel.

Ia mencurigai, bahwa pemain impor akan terus mempermainkan kebutuhan pokok karena para menteri tidak sejalan dengan visi Presiden.

“Atas hal itu, Repdem menyarankan kepada Presiden. Segera ganti kelima menteri tersebut. Dan tetap lah melanjutkan kepemimpinan yang lebih pro rakyat bersama para menteri yang pro rakyat,” ujarnya.

Namun sayangnya, pada kesempatan aksi mahasiswa 11 April 2022 kemarin diwarnai oleh aksi kekerasan terhadap Ade Armando.

“Apalagi kekerasan tersebut dilakukan di tengah bulan Ramadan. Bulan yang seharusnya membawa kesejukan,” ujar dia.

Ia menegaskan, Repdem yang juga organisasi sayap PDI Perjuangan ini mengecam aksi kekerasan pada Ade.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.