Akhir Tahun Ini, Perhutani Bakal Tanam 230 Ribu Pohon Jati

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Regional, CIAMIS: Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis, bakal menanam 230 ribu pohon jati.

Balai Kesatuan Pengelola (BKPH) Banjar Utara, telah menyiapkan sebanyak bibit pohon jati itu. Akan ditanam pada akhir tahun 2021 nanti.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan Asisten Perhutani (Asper) BKPH Banjar Utara, Suryaman saat ditemui disekitar lokasi persemaian, Rabu (16/6/2021) kemarin.

“Untuk musim tanam tahun ini, KPH Ciamis, melalui BKPH Banjar Utara, telah menyiapkan sebanyak 230 ribu bibit pohon jati,” ungkapnya. 

Ia mengungkapkan, ratusan ribu bibit jati yang sudah dupersiapkan itu rencananya akan ditanam menyebar di sejumlah wilayah, yang meliputi wilayah kerja BKPH Cijulang, BKPH Pangandaran, BKPH Banjar Selatan, dan BKPH Banjar Utara.

“Kawasan hutan tersebut tersebar di tiga wilayah. Yang meliputi wilayah Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar,” ujar Suryaman

Dia menjelaskan, untuk penanaman bibit jati tersebut rencananya akan dilaksanakan pada bulan November nanti. Bersamaan dengan dimulainya musim penghujan. 

“Pasalnya saat musim tanam tiba, bibit jati sangat membutuhkan air yang cukup banyak,” jelas dia.

Dirinya mengungkapkan bahwa untuk bibit pohon jati yang ada di persemaian Gadung ini menggunakan teknologi stek pucuk. 

Lantaran bibit jati dengan stek pucuk dinilai lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan bibit jati yang berasal dari biji. 230 ribu bibit pohon ini lebih baik.

Ia menegaskan, melalui stek pucuk akan diperoleh bibit jati yang 100% sama dengan sifat atau keunggulan induknya. 

“Sedangkan jika bibit secara biji, belum tentu 100% diperoleh sifat keunggulan dari induk,” lanjut dia.

Selain itu, kata Suryaman, masa panen pohon ini juga lebih singkat. Lantaran dengan sistem stek pucuk, hanya memerlukan waktu 20 tahun.

Sedangkan untuk sistem biji diperlukan waktu panen hingga 50 tahun lebih.

Keunggulan-keunggulan tersebut, lanjut Suryaman, disebabkan karena bibit dari teknologi stek pucuk diambil dari pohon indukan jati yang unggul.

Sehingga 230 ribu pohon itu otomatis tegakan yang diperoleh juga merupakan pohon jati yang bagus.

RS-03

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *