Di Yogyakarta Dinas KUKM Fasilitasi Ongkir Jual Online

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
yogyakarta

YOGYAKARTA, SAKATA.ID :   Di Yogyakarta Dinas KUKM (Koperesi Usaha Kecil Menengah) melakukan penguatan di sektor ekonomi dengan mempertahankan laju produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Penguatan tersebut diterobos melalui fasilitasi biaya ongkor kirim bagi produk UMKM yang dijual via daring. Hingga Juni 2020, transaksi ongkir penjualan produk UMKM ini sudah mencapai Rp500 juta, itu perhitungan sejak Bulan Mei.

Bacaan Lainnya

“Transaksi mencapai setengah miliar rupiah sejak Mei sampai sekarang,” kata Kepala Bidang Layanan Kewirausahaan, Dinas Koperasi dan UKM DIY, Wisnu Hermawan di Yogyakarta, Rabu, (01/07/2020)

Memang tidak semua UMKM yang ada di Yogyakarta mendapat fasilitas ongkir, dalam data yang terfasilitasi ongkir sebanyak 400 UMKM, yang produknya sudah terseleksi dan memasrkan melalui toko online SiBakul.

UMKM yang mendapatkan bantuan gratis ongkos kirim itu telah melalui proses kurasi oleh tim inventori Dinas Koperasi UKM DIY.

Pihaknya telah mengucurkan dana untuk ongkos kirim produk ratusan UMKM mencapai Rp80 juta sejak Mei 2020 yang bersumber dari dana tak terduga APBD DIY.

“Dari Rp80 juta itu terbukti berhasil menggerakkan ekonomi sampai enam kali lipatnya,” kata dia.

Menurut Wisnu, fasilitas pemasaran berupa gratis ongkos kirim itu digagas Dinas Koperasi UKM DIY merespons hasil analisis Bank Indonesia (BI) yang menyimpulkan bahwa 60 persen UMKM di DIY terkendala pemasaran karena terdampak pandemi COVID-19.

BACA JUGA : 37 Ribu UMKKM di Jabar Lesu Terdampak Covid-19, Ini Siasat Emil

“Bahan baku mereka masih ada, tenaga juga ada, cuma mereka lebih terpukul di pemasarannya karena sejak Maret wisata di Yogyakarta sepi,” kata dia.

“Kami berharap bantuan ini bisa berlangsung sampai Desember 2020 karena pemulihan UMKM tidak bisa sebulan atau dua bulan,” kata dia.

Sebanyak 400 UMKM yang telah lolos kurasi berasal dari lima kabupaten/kota di DIY dengan produk yang beragam mulai dari kuliner, makanan siap saji, fesyen, hingga kerajinan.(S-02)*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *