Bahaya Makanan Junk Food, Awas Kanker dan Diabaetes

Bahaya Makanan Junk Food
Foto: Food Navigator

Kuliner, SAKATA.ID: Bahaya makanan junk food kerap kali dilakukan oleh banyak orang termasuk di lingkungan masyarakat Indonesia. Perlu Anda ketahui bahwa junk food tidak baik untuk dikonsumsi terlalu rutin apalagi sampai setiap hari.

Makanan Junk Food kerap kali kita konsumsi ketika berada di luar rumah, entah untuk sekedar ngemil atau bahkan makanan utama. Alasan utama masyarakat mengkonsumsi junk food adalah karena cepat dan juga enak.

Bacaan Lainnya

Bahaya Makanan Junk Food Bagi Tubuh

Tak bisa dipungkiri bahwa junk food memang merupakan makan yang enak dan mudah didapatkan. Namun kerap kali kita lupa asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak hanya karbohidrat saja.

Bahan-bahan yang mengandung  gula, minyak, sirup fruktosa, tepung putih, pemanis buatan, lemak trans dan monosodium glutamate (MSG). Ketujuh bahan ini sudah dikenal akan memberikan efek yang buruk bagi tubuh. Namun ketujuh bahan ini adalah komposisi utama dalam setiap junk food.

Jadi apa saja yang menjadi bahaya bagi tubuh Anda jika terlalu sering memakan makanan junk food. Berikut ini adalah ulasannya.

Mudah Lupa

Bahaya yang pertama dari terlalu banyaknya mengkonsumsi junk food dapat merusak daya ingat. Hal ini dikarenakan makanan tinggi lemak dan gula tinggi yang memperlambat kinerja otak. 

Dengan mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula yang berlebih akan meningkatkan risiko bagian otak yang bertanggung jawab untuk belajar dan mengingat tidak berfungsi.

Tidak Nafsu Makan

Bahaya nomor 2 dari makanan junk food adalah orang menjadi tidak lagi nafsu untuk memakan makanan lain. Hal ini karena makanan olahan dan digoreng mengirimkan sinyal campuran ke otak yang membuat tubuh terasa kenyang.

Mengonsumsi junk food akan membunuh nafsu makan karena merasa perut sudah terlalu kenyang untuk waktu yang lama. Kondisi ini akan membuat Anda untuk mengonsumsi makanan sehat tidak akan berminat.

Depresi

Anda pasti tahu bahwa kebanyakan orang-orang yang berada di negara maju banyak yang mengalami depresi. Salah satu penyebab dari depresi adalah karena terlalu sering memakan makanan junk food yang mudah didapatkan.

Junk food bisa mengubah aktivitas kimia otak, yang dapat menyebabkan gejala penarikan yang melibatkan ketidakmampuan untuk mengatasi stres. Kondisi ini membuat seseorang mengalami depresi.

Meningkatkan Risiko Kanker

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa memakan makanan cepat saji seperti keripik kentang dan keripik jagung bisa meningkatkan risiko kanker usus besar. Studi yang sama juga mengatakan, bahwa makan lebih dari lima porsi kentang goreng per minggu atau dua hingga tiga porsi sandwich ayam per minggu bisa meningkatkan risiko kanker.

Mengganggu pencernaan

Bahaya junk food juga menyebabkan masalah pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) dan irritable bowel syndrome (IBS). Makanan junk food juga bisa memberikan akibat pencernaan lainnya, seperti sembelit dan kembung.

Penyebabnyta adalah banyaknya jumlah sodium yang membuat penumpukan retensi air di perut, sehingga membuat kembung.

Menambah berat badan

Journal of Preventive Medicine and Hygiene memberikan sebuah penelitian hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dan risiko obesitas pada siswa. Hasil dari penelitian tersebut adalah 67,4% perempuan dan 80,7% laki-laki mengkonsumsi satu jenis makanan cepat saji, termasuk sandwich, pizza dan ayam goreng.

Hasil penelitian menunjukkan, prevalensi obesitas berdasarkan indeks massa tubuh dan rasio pinggang-pinggul (WHR) masing-masing adalah 21,3% dan 33,2%.

Meningkatkan risiko penyakit jantung

Makanan junk food seperti soda, pizza, kue, dan juga kentang goreng mengandung banyak gula dan lemak trans. Lemak trans ini bisa memicu peningkatan LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik) dan memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih besar.

Peningkatan Gula Darah

Junk food memiliki kandungan karbohidrat sederhana yang menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Dengan mengkonsumsi junk food lebih sering akan mengubah tingkat insulin normal, sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2, kenaikan berat badan dan resistensi insulin.

Kerusakan Ginjal

Bahaya yang ditimbulkan Junk food adalah kerusakan ginjal karena memiliki tingkat natrium yang tinggi. Hal ini menyebabkan penyakit ginjal karena sodium menyebabkan penumpukan cairan di ginjal. 

Kerusakan hati

Asupan makanan cepat saji yang tinggi sangat beracun bagi organ hati karena makanan ini tinggi lemak dan gula. Konsumsi lemak berlebih akan terakumulasi di hati dan dapat menyebabkan peningkatan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD).

Tingkat Kesuburan Menurun

Memakan makanan junk food yang berlebih akan meningkatkan risiko ketidaksuburan baik untuk pria dan wanita. Junk food dapat menyebabkan berbagai masalah reproduksi seperti jumlah sperma yang rendah dan cacat lahir pada bayi yang masih di dalam rahim.

Merusak Gigi

Junk food dan minuman ringan yang mengandung soda bisa meningkatkan asam dalam mulut. Asam ini bisa memecah email gigi dan membuatnya terpapar oleh bakteri. Hal ini menyebabkan kerusakan gigi dan gigi berlubang. 

Tidak Baik untuk Kulit

Bahaya terakhir dari makanan junk food akan memiliki berbagai masalah pada kulit dan juga wajah. Makanan yang digoreng dan olahan dapat bisa menyebabkan jerawat.

Sebuah studi pernah dilakukan dan menunjukkan anak-anak dan remaja yang memakan banyak makanan cepat saji lebih dari tiga minggu. Hasilnya adalah mereka lebih tinggi terkena eksim berat dibandingkan yang sedikit konsumsi makanan junk food.

Itulah bahaya makanan Junk Food yang memberikan efek buruk bagi seluruh organ tubuh termasuk kulit. Jadi jangan terlalu banyak konsumsi makanan junk food dan barengi juga dengan sayuran dan buah-buahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *