Gerakan Anti Zionisme di Eropa Semakin Membesar

  • Whatsapp

Internasional, SAKATA.ID: Warga Eropa yang membentuk gerakan anti Zionisme semakin banyak dan membesar.

Hal tersebut sesuai dnegan laporan daru Badan Uni Eropa untuk Hak-hak Fundamental, sebagaimana dikutip dari Zaman-e, Kamis (7/10/2021).

Bacaan Lainnya

Di laporan itu disebutkan, 90 persen warga Yahudi mengatakan gerakan anti Yahudi telah meningkat di negara-negara Eropa.

Karenanya, 38 persen warga Yahudi mempertimbangkan kembali jika harus berimigrasi. Lantaran mereka merasa sudah tidak aman berada di wilayah Uni Eropa.

Sebenarnya, laporan itu menyebutkan bahwa yang gerakan yang muncul di Uni Eropa itu bukanlah anti Yahudi, tetapi anti Zionisme.

Ini terungkap dari hasil pelacakan pemberitaan media, yang banyak muncul adalah Anti-Zionisme bukan Anti-Yahudi.

Pada 5 Oktober 2021 lalu, sikap Uni Eropa telah diumumkan. Mereka menyusun sebuah rencana untuk melawan gerakan antisemitisme yang tumbuh dan membesar di benua itu.

Para pihak yang berwenang di sana sudah menyusun berbagai rencana agar antisemitisme atau anti-Yahudi tak muncul di Uni Eropa.

Rencana yang sudah disusun yakni, tiga strategi. Diantaranya adalah memerangi ujaran kebencian atau hate speech dan kekerasan terhadap kelompok Yahudi.

Kemudian demgan melindungi budaya Yahudi, dan mendidik publik mengenai ajaran Yudaisme yang sebenarnya.

Pihak dari cabang eksekutif Uni Eropa, Komisi Eropa, telah memperkenalkan rencana ini dalam sebuah konferensi pers di Strasbourg, Prancis.

Rencana untuk ‘memerangi’ gerakan anti Zionisme akan diimplementasikan selama satu dekade ke depan. 

Komisi Eropa juga tak segan dalam menggunakan dana milik Uni Eropa untuk mendukung negara-negara anggotanya agar strateginya berjalan. 

Seperti strategi nasional untuk memerangi ujaran kebencian di internet dan tempat lainnya. Serta memperkenalkan dan mengkampanyekan hak-hak fundamental.

Pendiri Zionis Israel Bukanlah Keturunan Daud atau Sulaeman. Jadi, Siapakah Mereka?

Ini terungkap dari penelitian genetika. Bahwa orang-orang Yahudi Ashkenazi yang mendirikan dan mengendalikan negara Israel, ternyata bukan keturunan dari bekas kerajaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. 

Penelitian mengungkap, hampir semua pendiri negara Israel adalah orang-orang Yahudi yang bermigrasi dari Eropa.

Seperti dari Rusia, Eropa Tengah, Eropa Timur, dan sebagian Eropa Barat seperti dari Jerman. 

Kesimpulannya, bahwa hampir semuanya adalah Yahudi Ashkenazi.

Mulai dari Chaim Weizmann seorang presiden pertama Israel.

Kemudian David Ben-Gurion (perdana menteri pertama Israel) dan Benjamin Netanyahu.

Para elit politik penguasa negara Israel saat ini adalah Yahudi Ashkenazi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *