Siswi SMP di Tasikmalaya Mengaku “Digilir” 10 Orang Tetangga

Siswi SMP di Tasikmalaya
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.

Kriminal, TASIKMALAYA : Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Tasikmalaya mengaku disetubuhi dan digilir oleh 10 orang kakek yang berusia 50 hingga 60 tahun.

Korban yang masih duduk di kelas 2 SMP itu saat ini sudah dievakuasi ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

Bacaan Lainnya

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, korban kerap menerima ancaman sehingga pihaknya harus mengevakuasi korban.

Ato mengungkapkan, dua pelaku berusia 70 tahun dan 73 tahun. Mereka masih tetangga sekaligus tokoh masyarakat di kampung korban, selama ini.  

Ia menjelaskan, terungkapnya peristiwa tersebut dari laporan korban, seorang siswi yang masih duduk di bangku SMP Tasikmalaya ini.

Menurut dia, awalnya, KPAID Tasikmalaya mendapatkan laporan dan mendampingi seorang siswi berusia 14 tahun yang telah disetubuhi 10 laki-laki yang juga merupakan tetangganya.

Ato menjelaskan, kejadian ini terungkap pada saat salah seorang terduga pelaku keceplosan mengaku ke para tetangganya yang sedang nongkrong di depan rumahnya. Bahwa dia telah menyetubuhi korban.

Pengakuan dari terduga pelaku itu langsung ditanggapi oleh salah satu tokoh masyarakat lainnya, dan segera melaporkan ke ketua RW setempat.

Informasi itu pun langsung sampai ke kepala desa. Hingga akhirnya kepala desa melaporkan kejadian ini ke Polres Tasikmalaya.

Jadi, kata Ato, selama ini korban selalu mendapatkan ancaman dari para pelaku. Apabila korban menolak keinginan pelaku, korban kerap diancam akan dibunuh oleh para pelaku. Akhirnya korban terpaksa melayaninya.

Selama proses penyelidikan, tambah Ato, korban selalu merasa tertekan. Bersama keluarganya, korban kerap didatangi para pelaku. Mereka juga memberi ancaman kepada korban.

Karena itu, KPAID Tasikmalaya pun langsung mendatangi keluarga korban untuk pendampingan. Sampai akhirnya, KPAID Tasikmalaya mengamankan korban dan seluruh keluarganya.

Ironisnya, para pelaku adalah tetangga korban. Bahkan, beberapa dari mereka merupakan tokoh masyarakat kampungnya selama ini. Dari pengakuan korban sudah disetubuhi selama setahun lebih oleh para pelaku.

Para pelaku, tegas Ato, justru tetangganya dan bahkan ada masih saudara korban. Semua pelaku berusia dewasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *