Pemerintah Inggris Anjurkan Warganya Bersepeda

Pemerintah Inggris Anjurkan Menggunakan Sepeda ke Tempat Kerja

SAKATA.ID:  Pemerintah Inggris sangat mengkhawatir terhadap penyebaran virus corona dari transportasi umum.

Pemerintah Inggris menganjurkan warganya untuk menggunakan sepeda atau jalan kaki saat pergi kerja.

Bacaan Lainnya

Sebagai pendukung program bersepeda Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps meluncurkan paket sebesar £ 2 milyar agar lebih banyak orang bersepeda saat bekerja.

Dia menjelaskan kereta dan bisa berlaku pembatasan kapasitas dan boleh diisi penumpang 10 persen saja dari kemampuan daya tampung penumpang seperti biasanya.

Tidak ada yang keberatan terhadap imbaun tersebut. Karena masyarakat kota di Inggris sudah terbiasa bersepeda, terlebih di Kota London, sekalipun mereka memiliki mobil.

JIka mereka menggunakan mobil masuk ke ibu kota harus membayar yang disebut Congestion Charge sebesar 15 Poundsterling.

BACA JUGA : Sepeda yang Mau Kamu Beli ? Ini Panduan Bagi Pemula

“Saya barusaja memperbaiki sepeda lama saya,” kata warga bernama Nancy.

Nancy justeru senang atas kebijakan pemerintah tersebut. Dia mengaku senang bersepeda.

Bagi Nancy tidak hanya berfungsi sebagai pencegah virus, tetapi juga olahraga dan hemat biaya.

“Saya bisa membakar kalori saya setia hari,” kata Nancy.

Begitupula dengan Jason Marc. Dia dari Liverpiil Street Station setiap pagi mengayuh sepeda pergi ke Canary Whaff  dimana dia bekerja.

“Buat saya dengan sepeda ini sudah sangat biasa. Bahka saya sudah pergi di pagi hari di musim dingin ketika masih gelap,” kata Jason.

Setiap sampai tempat kerja, Jason mengaku sering berkeringat. Dia sudah siap-siap membekal peralatan mandi. “Sampai di tempat kerja, saya langsung mandi, dan menggunakan pakaian kerja,” kata dia.

Sementara itu Tinder Singh sehari-hari mengunakan sepeda sebagai transportasi kemana pun pergi bahkan ia sanggup mengayuh sepeda sepanjang 16 km yang dilakukan sejak enam tahun lalu.

Diana Rich sebenarnya biasa menggunakan transportasi umum, namun karena kebijakan pemerintah ini dia tetap menyambut baik.

“Saya akan bersepeda setiap hari, tentu akan sangat menyenangkan,” kata Diana.

Tidak hanya mengimbau, Perdana Menteri Inggris Borison Johnson memberi contah. Dia selalu beraktivitas dengan sepeda.

Penjual Sepeda Senang dengan Kebijakaan Itu

Terang saja kebijakan bersepeda ini membawa berkah bagi para penjual sepeda. Kebikan Menteri ini disambut baik para penjual sepada.

Bahkan beberapa perusahan sepeda memperkenalkan Cycle to work sceme yang didukung pemerintah.

Skema ini untuk semua karyawan saat akan membeli sepeda sebagai tumpangan berangkat kerja.

Skema tersebut dikeluarkan untuk bisa dipakai membeli sepeda dan accessoriesnya seperti helm, baju, sepatu serta celana khusus bersepeda.

Nilai  yang ditawarkan minimum £1000 sampai tidak terbatas, tergantung berapa besar gaji pegawai yang akan mengambil skema ini.

Keuntungan bagi pegawai adalah pembayaran diambil sebelum gaji pajak dipotong. Berarti pegawai bersangkutan bisa menghemat antara 25-40% dari biaya yang sebenarnya apabila dibeli dengan bentuk tunai.

Pegawai membayar kembali ke perusahaan dengan cara mencicil setiap bulan selama satu tahun potong gaji.

Ironisnya, mayoritas sepeda yang dipakai di negara ini adalah buatan Taiwan, sementara sepeda buatan Inggris yang terkenal bermerek Brompton justru banyak diminati di negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Perusahaan Brompton tidak menerima pesanan sampai akhir tahun ini karena banyaknya peminat dan perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.(S-02)*

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *