Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan & Asal Usulnya

sholat tarawih
Pelaksanaan sholat tarawih pertama di Masjid Agung Ciamis, Senin (12/03/2024). foto:sakata.id.

Ragam, Hikmah Ramadhan, Sakata.id:-  Memasuki awal bulan suci Ramadhan masjid-masjid, mushola, surau, ramai oleh ummat muslim yang hendak beribadah sholat tarawih di bulan Ramadhan secara berjamaah. Seperti yang nampak di Masjid Agung Ciamis, pada  Senin, (12/03/2024) malam.

Lalu bagaimana asal-usul sholat tarawih di bulan suci Ramadhan, sejak kapan, apa hukumnya dan berapa jumlah rakaat yang benar ?.

Bacaan Lainnya

Asal-usul Sholat Tarawih

Sholat tarawih yang biasa dilaksanakan setelah sholat Isya ini bermula pada zaman Nabi Muhammad SAW, dan pertama kali dilakukan di Madinah tepatnya di Masjid Nabawi. Awalnya baginda nabi melakukan sholat tarawih seorang diri, pada tahun 8 HIjriyah.

Para sahabat terutama yang tinggal di sekitaran Masjid Nabawi lalu mengikuti nabi.  Pada zaman pemerintahan Ummar bin Khatab sholat tarawih pun mulai teroganisir. Seluruh sahabat nabi diminta berkumpul dan melakukan shalat sunnat yang dicontohkan Nabi pada bulan Ramadhan tersebut dilakukan berjamaah.

Jumlah rakaat sholat tarawih di bulan Ramadhan sebanyak 20 rakaat kemudian pada zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dengan alasan banyak yang kelelahan, sholat tarawih menjadi 8 rakaat, ditambah dengan sholat witir 3 rakaat.

Hukum Sholat Tarawih

Hukam sholat tarawih di Bulan Ramadhan, tidklah wajib. Hukumnya, sunnah muakad atau sunah yang sangat dianjurkan diamalkan oleh muslimin dan muslimat. Apalagi pada sholat tarawih trdapat hikmah dan keutamaan.

Seperti pada Sholat Tarawih malam pertama bulan Ramadhan, muslimin-muslimat akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Seperti dikutip dalam hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim.

“Dari Abi Hurairah RA, Rosulullah gemar menghidupkan Ramadhan dengan anjuran yang lembut.

Nabi Bersada: “Barangsiapa yang melakukan ibadah (sholat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharap ridho Allah, maka baginya diampuni dosa-dosa yang lewat”. (HR Muslim).

Kenapa Rakaat Sholat Tarawih Berbeda-beda ?

Tidak adanya hadits yang kuat dan shohih dan tegas tentang jumlah rakaat sholat tarawih , para ulama pun berbeda pendapat. Ada yang 23 rakaat, 8 rakaat, 11 rakaat, bahkan 36 rakaat.

Kendati pandagan ulama berbeda-beda, namun pada intinya para ulama berpendapat bahwa muslimin-muslimat bisa mempersedikit rakaat, atau mempebanyak rakaat, sesuai yang dikehendakinya. Karena sholat adalah ibadah terbaik.

Seperti yang terlihat di Masjid Agung Ciamis pada malam pertama Sholat Tarawih. Di sana, imam melaksanakan sholat tarawih sebanyak 23 rakaat.

Namun beberapa orang jemaah yang juga turut melaksanakan sholat tarawih di Masjid Agung Ciamis, setelah rakaat ke delapan, mereka keluar dari shaf (barisan).

“Saya hanya mengikuti delapan rakaat, witirnya saya akan laksanakan di rumah,” kata Hilman, yang mengaku lebih dulu meninggalkan shaf Sholat Tarawih di Masjid Agung Ciamis.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *