BNN dan Kesbangpol Ciamis Satukan Persepsi Memberantas Narkoba

Hukum, CIAMIS: Badan Kesatuan Bangsa atau Kesbangpol Kabupaten Ciamis dan Badan Narkotika Nasional atau BNN setempat bekerjasama.

Dua lembaga ini menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkotika (P4GN dan PN).

Bacaan Lainnya

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor BNN Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada Jumat (29/10/2021).

Kepala Kesbangpol Ciamis Wawan Ruhiyat menjelaskan, agenda rakor ini yaitu Pembahasan Awal Penyusunan Rencana Awal Rencana Aksi Daerah (RAD) P4GN di Kabupaten Ciamis tahun 2022.

Rakor diikuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait di Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini juga untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020, tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.

Wawan menegaskan, rakor digelar untuk menyatukan persepsi dan langkah dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Yakni sebagaimana yang dicantumkan dalam Inpres tersebut. Serta memberi gambaran bagaimana meningkatkan kinerja Tim Terpadu P4GN dan PN. 

“Mensingkronkan program. Kegiatan di OPD atau instansi terkait. Sebagai upaya penanggulangan masalah narkoba. Juga menyusun RAD P4GN dan PN Tahun 2022,” kata Wawan.

Dia berharap melalui rakor BNN dan Kesbangpol Ciamis ini semua OPD dan instansi terkait bersama-sama melakukan pengawasan melekat di lingkungan kerjanya masing-masing. Lebih jauhnya untuk lingkungan masyarakat.

Serta, OPD maupun instansi terkait apat memberikan informasi dan selalu berkoordinasi dengan BNN. 

“Kita bekerja sama, bersinergi, terpadu, dan terkoordinasi dengan baik. Ini sebagai aksi nyata. Yaitu dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Ciamis,” tegas Wawan.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum BNN Kabupaten Ciamis Rachman Haerudin menyampaikan bahwa perlu melakukan penguatan kemitraan serta koordinasi dengan instansi terkait di daerah.

Supaya, lanjutnya, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat optimal.

Ia menegaskan, BNN berupaya untuk terus bersinergi dan bekerja sama dengan instansi terkait dalam rangka menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Pencegahan Preventif dan Represif dari BNN

Menurutnya, pencegahan preventif dengan cara melakukan penyuluhan, sosialisasi, serta membentuk kader di semua jajaran pemerintah sampai ke tingkat desa atau kelurahan perlu ditingkatkan.

Hal tersebut seiring dengan program desa bersinar atau bersih narkoba).

Sementara untuk tindakan represif atau pemberantasan dengan cara melakukan penindakan atas penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, juga melakukan proses rehabilitasi atau proses pemulihan terhadap para pengguna dan pecandu narkoba.

Sehingga, para pelaku penyalahgunaan Narkoba dapat dikembalikan lagi ke masyarakat.

Dengan begitu, kata dia, upaya optimalisasi seluruh program dan kegiatan Tim Terpadu P4GN dan PN, baik di tingkat pusat, hingga pemerintah daerah, dapat saling bersinergi. 

“Melalui Tim P4GN dan PN ini diharapkan kita lebih optimal. Bersama membangun bangsa. Untuk melawan Narkoba,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *